BACKPACKER DIARY: Menjamah Geopark Ciletuh Menikmati Keindahannya yang Tiada Tara
Judul : BACKPACKER DIARY: Menjamah Geopark Ciletuh Menikmati Keindahannya yang Tiada Tara
link : BACKPACKER DIARY: Menjamah Geopark Ciletuh Menikmati Keindahannya yang Tiada Tara
BACKPACKER DIARY: Menjamah Geopark Ciletuh Menikmati Keindahannya yang Tiada Tara
ALAM selalu mempunyai keistimewaannya yang tidak akan mampu ditandingi dengan apapun. Keindahan yang menyelimuti terkadang membuat manusia yang menyaksikan seakan berada dalam surga dan melupakan sejenak masalah hidup.
Backpacker diary kali ini menceritakan kisah perjalanan yang dilakukan oleh komunitas Backpacker Jakarta di Geopark Ciletuh Pelabuhanratu. Mereka yang beruntung karena berkesempatan meng-eksplor alam Pelabuhanratu yang memiliki sejuta keindahan yang tak tertandingi apapun.
Dalam laman resmi Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu, Senin (12/6/2017), Ciletuh terletak di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, di ujung baratdaya Jawa Barat, dan berjarak sekira 30 kilometer di sebelah selatan baratdaya Pelabuhanratu setelah melintasi Teluk Pelabuhanratu.
Daerah ini dinamai geopark karena menurut penelitian, di sini merupakan kawasan dengan batuan tertua yang ada di Pulau Jawa.
Sebuah kiriman dibagikan oleh winda dwi hospitasari (@winda.dwi.hospitasari) pada Peb 17, 2017 pada 3:00 PST
Kembali pada perjalan yang dilakukan oleh para anggota komunitas Backpacker Jakarta. Pada awal perjalanan, mereka menjamah Curug Awang, yang merupakan salah satu air terjun terbesar di geopark tersebut. Salah satu sisi air terjun terdapat curahan air yang lebih besar dari pada curahan air yang lain.
Air mengalir deras dari atas tebing yang mereka pijak. Di bawah mereka terhampar sungai yang banyak terdapat batu-batu kali besar dan rimbun dengan pepohonan di sisi kanan dan kirinya.
Pesona keindahan alam sekitar geoprak juga didukung oleh area persawahan yang menggunakan sistem terasering, yaitu tingkatan-tingkatan pada sawah yang berguna untuk mencegah erosi. Sistem pertanian ini membuat pemandangan semakin memanjakan mata Anda.
Untuk beralih ke spot lainnya, komunitas Backpacker Jakarta (BPJ) harus melewati derasnya arus sungai dengan batu-batu besar, dan jalan setapak yang kanan-kirinya rimbun akan pepohonan bahkan ada pohon yang melintang di tengah jalan, sehingga memaksa anggota komunitas BPJ menundukkan kepala.
Suasana alam geopark masih sangat alami, bisa dilihat dari medan yang harus mereka lalui demi melihat dan menikmati spot lainnya selain curug Awang.
Spot selanjutnya ialah Curug Cikanteh. Curug ini tidak selebar dan sebesar curug sebelumnya. Tapi tidak kalah eksotis. Curug Cikanteh memiliki dua pancuran berbeda. Satu pancuran pertama berukuran lebih tinggi dari yang satunya, dan berdiri sendiri.
Sedangkan, pancuran yang berada lebih pendek dan di bawah pancuran pertama, berukuran lebih kecil, namun lebih lebar, sesuai dengan tebing yang dilintasi air terjun tersebut. Di curug ini mereka menikmatinya dengan bermain air dan merasakan derasnya pancuran air di curug kedua.
Curug yang ketiga setelah itu adalah Curug Sodong. Ya, Curug Sodong memiliki dua pancuran yang hampir sama besarnya. Suara air dan pepohonan yang rimbun menyejukkan pandangan mata Anda dan menghilangkan segala beban pikiran.
Curug lainnya yang ada di kawasan geopark ialah Curug Cimarinjung. Di curug ini Anda akan dibuat takjub bukan kepalang, karena tebing yang begitu besar dan terkesan megah.
Di atas Puncak Darma, panorama alam Geopark Ciletuh sangat fantastis. Pantai Palangpang terlihat sempurna dari atas, dan menyadarkan kita semua betapa tidak ada yang bisa menandingi lukisan cipataan Tuhan Yang Maha Esa ini.
[embedded content]
Sumber: okezone.comDemikianlah Artikel BACKPACKER DIARY: Menjamah Geopark Ciletuh Menikmati Keindahannya yang Tiada Tara
Anda sekarang membaca artikel BACKPACKER DIARY: Menjamah Geopark Ciletuh Menikmati Keindahannya yang Tiada Tara dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/backpacker-diary-menjamah-geopark.html?m=0
Post a Comment