Kabar Ekonomi di Sekitar Idul Fitri
Judul : Kabar Ekonomi di Sekitar Idul Fitri
link : Kabar Ekonomi di Sekitar Idul Fitri
Kabar Ekonomi di Sekitar Idul Fitri
Kabar ekonomi yang menggembirakan pada hari-hari menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1438 patut disyukuri. Kestabilan harga pangan menjadi indikator penting. Kenaikan kecil terjadi untuk beberapa komoditas, namun hal itu dimaklumi dan dianggap wajar. Selebihnya masyarakat merasakan kenyamanan dalam mengonsumsi kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran. Presiden Jokowi mengapresiasi kerja keras kementerian terkait dan tentunya Polri yang ikut menjaga sehingga spekulan tak lagi bisa bermain.
Stabilitas harga pangan tentu meredam inflasi bahkan ada yang memperkirakan periode bulan ini terjadi deflasi. Stabilitas makroekonomi ternyata juga mengikuti. Kabar yang melegakan datang pula dari lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi mencapai level 5.929 sementara itu kurs rupiah terhadap dolar AS juga bertahan di posisi yang mantap sekitar Rp 13.300-an per dolar AS. Semua indikator itu menjadi kabar positif yang sekaligus membuktikan pengelolaan perekonomian on the right track.
Sebelumnya kita juga menerima kabar baik mengenai hasil pemeringkatan dari Standard & Poor’s (S&P) yang menaikkan Indonesia ke posisi investment grade sehingga semakin dipercaya sebagai negara yang layak investasi. Haruslah diapresiasi semua ini. Walaupun di sisi lain ada yang kurang menggembirakan muncul dalam pemberitaan belakangan ini. Perseteruan DPR melawan KPK serta tertangkapnya pejabat-pejabat yang menerima suap menimbulkan keprihatinan tentang kondisi hukum di negara kita.
Beruntunglah kedewasaan masyarakat dalam menyikapi semua persoalan bangsa sudah semakin baik. Dalam arti gejolak politik tidak memengaruhi situasi ekonomi. Bukannya pasar dan bursa tidak lagi sensitif namun kepercayaan dan tingkat kepuasan yang relatif tinggi, lebih dari 60 persen, pada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla telah memantapkan stabilitas politik dan ekonomi. Kegiatan mudik Lebaran yang memberikan dampak ekonomi besar makin lancar berkat infrastruktur yang makin baik.
Daya dorong ekonomi di sekitar Idul Fitri memang hanya stimulus sesaat, namun sampai ke daerah-daerah. Dana tunai yang disediakan Bank Indonesia mencapai Rp 200 Triliun. Belum lagi transaksi nontunai yang jumlahnya tidak kalah besar. Hal itu akan memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi kendati belum bisa tinggi karena banyak kendala eksternal dan global. Paling tidak tahun ini kita bisa mencapai 5,2 persen dan itu sudah relatif baik dibanding pertumbuhan global dan terutama negara-negara maju.
Perbaikan infrastruktur yang masif terutama di bidang transportasi seperti jalan tol diharapkan membawa harapan positif tidak saja pada tahun ini melainkan juga tahun-tahun mendatang. Harus diakui banyak kalangan dari dunia usaha yang mengeluh karena penurunan omzet penjualan pada tahun ini. Maka pemerintah perlu terus memikirkan bagaimana meningkatkan gerak sektor riil yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan demand di masyarakat. Potensi pasar domestik menjadi kunci.
Comments
comments
Sumber: suaramerdeka.comDemikianlah Artikel Kabar Ekonomi di Sekitar Idul Fitri
Anda sekarang membaca artikel Kabar Ekonomi di Sekitar Idul Fitri dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/kabar-ekonomi-di-sekitar-idul-fitri.html?m=0
Post a Comment