Header Ads

Kena OTT KPK, ketua DPRD Mojokerto mengaku baru pertama terima suap

Kena OTT KPK, ketua DPRD Mojokerto mengaku baru pertama terima suap - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kena OTT KPK, ketua DPRD Mojokerto mengaku baru pertama terima suap, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kena OTT KPK, ketua DPRD Mojokerto mengaku baru pertama terima suap
link : Kena OTT KPK, ketua DPRD Mojokerto mengaku baru pertama terima suap

Baca juga


Kena OTT KPK, ketua DPRD Mojokerto mengaku baru pertama terima suap

Merdeka.com - Penyidik KPK langsung menahan empat tersangka kasus suap pengalihan anggaran di Dinas PUPR. Empat Tersangka ditahan di rumah tahanan terpisah.

Ketua DPRD Mojokerto Purnomo menjadi tersangka pertama keluar dari gedung KPK sekira pukul 22.47 WIB. Dengan menggunakan rompi oranye khas KPK, Purnomo dibawa penyidik KPK dan ditahan ke Rutan Klas I Jakarta Timur.

"PNO ditahan di Rutan Klas I Jaktim Cab. KPK Pomdan Jaya Guntur," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (17/6) malam.

Saat dicecar awak media ketika keluar dari gedung KPK, politikus PDIP itu mengaku baru pertama kali menerima suap.

"Pertama-pertama," kata Purnomo.

Lalu, saat ditanya terkait rencana pemberian suap kedua dirinya membantah hal tersebut.

"Oh, enggak, enggak pernah," ujarnya.

Setelah Purnomo, sekira pukul 23.24 WIB, menyusul Wakil Ketua DPRD Mojokerto Umar Faruq keluar dari gedung KPK. Ia keluar menggunakan rompi orenye usai dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik KPK.

Namun, saat keluar dari gedung KPK dirinya tidak berbicara dan langsung masuk ke dalam mobil penyidik KPK untuk dibawa langsung ke Polres Metro Jakarta Pusat.

"UF ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat," kata Febri.

Setengah jam Umar Faruq keluar, sekira pukul 00.09 WIB, Wakil Ketua DPRD lainnya Abdullah Fanani juga keluar gedung KPK sambil menutupkan wajah dengan kedua tangannya. Ia tidak memberikan komentar apapun usai diperiksa penyidik KPK.

"ABF ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan," ujar Febri.

Terakhir keluar dari gedung KPK setelah dilakukan pemeriksaan ialah Kadis PUPR Wiwid Febriyanto yang dijemput dengan minibus oleh penyidik KPK, berbeda dengan tiga tersangka lainnya yang dibawa dengan mobil jenis kijang.

"WF ditahan di Rutan Klas I Cipinang Jakarta Timur," pungkasnya. [gil]

Sumber: merdeka.com


Demikianlah Artikel Kena OTT KPK, ketua DPRD Mojokerto mengaku baru pertama terima suap

Sekianlah artikel Kena OTT KPK, ketua DPRD Mojokerto mengaku baru pertama terima suap kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Kena OTT KPK, ketua DPRD Mojokerto mengaku baru pertama terima suap dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/kena-ott-kpk-ketua-dprd-mojokerto.html?m=0
Powered by Blogger.