Header Ads

Kepala BPPD Jateng: Beberapa Tokoh Masyarakat Susah Bayar Pajak

Kepala BPPD Jateng: Beberapa Tokoh Masyarakat Susah Bayar Pajak - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kepala BPPD Jateng: Beberapa Tokoh Masyarakat Susah Bayar Pajak, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kepala BPPD Jateng: Beberapa Tokoh Masyarakat Susah Bayar Pajak
link : Kepala BPPD Jateng: Beberapa Tokoh Masyarakat Susah Bayar Pajak

Baca juga


Kepala BPPD Jateng: Beberapa Tokoh Masyarakat Susah Bayar Pajak

LAYANAN PERDANA: Kepala BPPD Provinsi Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat, bersama Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, didampingi Kepala UPPD Kabupaten Semarang, Noor Hadi, menyaksikan layanan perdana Samsat Paten Tengaran yang dilakukan staf UPPD serta Sat Lantas Polres Semarang, Kamis (15/6). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

LAYANAN PERDANA: Kepala BPPD Provinsi Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat, bersama Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, didampingi Kepala UPPD Kabupaten Semarang, Noor Hadi, menyaksikan layanan perdana Samsat Paten Tengaran yang dilakukan staf UPPD serta Sat Lantas Polres Semarang, Kamis (15/6). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)


SEMARANG, suaramerdeka.com – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat mengungkapkan, pihaknya sengaja mendirikan Samsat Paten Tengaran Kabupaten Semarang. Salah satu alasannya, karena di lokasi tersebut tergolong paling tinggi tingkat kemacetannya.


“Faktanya begitu, dan di sini juga ada beberapa tokoh masyarakat yang bayar pajaknya susah,” katanya, didampingi Kepala UPPD Kabupaten Semarang, Noor Hadi di sela Peresmian Samsat Paten Tengaran, Kamis (15/6) siang.


Bila dihitung rata-rata perbulan, lanjutnya, warga di Kabupaten Semarang yang tidak membayar pajak kendaraan kisaran sebesar Rp 2,5 hingga Rp 3 miliar. Artinya, dalam setahun lebih kurang Rp 36 miliar potensi pajak yang belum terbayar.


“Jika 30 persennya dikembalikan lagi ke masing-masing kabupaten/kota, berarti sudah kehilangan hampir Rp 11 miliar. Mudah-mudahan dengan hadirnya Samsat Paten Tengaran, potensi itu bisa balik ke sini. Sehingga bisa membangun lebih banyak lagi,” paparnya.


Sebagaimana diketahui, Samsat Paten di Jawa Tengah kali pertama diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah di Kutoarjo pada 30 Oktober 2015. Kemudian berkembang di beberapa kecamatan, di antaranya di Sokaraja Banyumas, Tengaran (Kabupaten Semarang), Tanon (Sragen), Eromoko (Wonogiri), Wirosari (Grobogan), Kunduran dan Randublatung (Blora), Mayong (Jepara), Kaliori (Rembang), dan Larangan (Brebes).


“Ini upaya kita untuk mendekatkan diri ke masyarakat wajib pajak. Kami juga punya layanan Samsat Keliling. Rencananya melalui APBD Perubahan, Kabupaten Semarang akan menambah satu armada Samsat Keliling,” jelasnya.


Peresmian Samsat Paten Tengaran, dilakukan oleh Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono. Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Komisi B dan Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, anggota DPRD Kabupaten Semarang, perwakilan Sat Lantas Polres Semarang, perwakilan OPD, Jasa Raharja, serta pemangku kepentingan lainnya.


Menanggapi tunggakan pajak kendaraan yang tergolong tinggi di Kabupaten Semarang wilayah selatan, Sekda Gunawan Wibisono menduga, hal itu dikarenakan kemarin tidak tersedia layanan yang memadai. Kalau pun ada, sangat jauh dijangkau masyarakat wajib pajak.


“Pas habis (pajaknya-Red), Samsat Kelilingnya tidak ada. Karena Samsat Keliling memang seminggu sekali, dan itu hanya kecamatan tertentu,” tuturnya.


Setelah mewujudkan Samsat Paten Tengaran, Pemkab Semarang berkomitmen hendak menghadirkan pelayanan lain di wilayah selatan Kabupaten Semarang. Tahun depan, rencananya di lahan eks Kawedanan Tengaran akan dibangun gedung yang representatif. Kemudian menempatkan layanan Samsat, PDAM, Bank Jateng, perwakilan Kantor Pertanahan, hingga BPJS.


“Terutama layanan yang hubungannya vertikal akan kita dorong semuanya supaya dekat dengan masyarakat. Termasuk SIM, bilamana perlu bisa dilayani terpadu di sini,” tukasnya.
(Ranin Agung/CN40/SM Network)

Sumber: suaramerdeka.com


Demikianlah Artikel Kepala BPPD Jateng: Beberapa Tokoh Masyarakat Susah Bayar Pajak

Sekianlah artikel Kepala BPPD Jateng: Beberapa Tokoh Masyarakat Susah Bayar Pajak kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Kepala BPPD Jateng: Beberapa Tokoh Masyarakat Susah Bayar Pajak dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/kepala-bppd-jateng-beberapa-tokoh.html
Powered by Blogger.