KOLOM: Jerman Enggan Juara di Rusia
Judul : KOLOM: Jerman Enggan Juara di Rusia
link : KOLOM: Jerman Enggan Juara di Rusia
KOLOM: Jerman Enggan Juara di Rusia
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1514137/original/097096900_1494305281-170220_Kolom_Bola_Asep_Ginanjar_04_banner_Abdillah_02.jpg)
Komposisi skuat Jerman di Piala Konfederasi kali ini mengingatkan pada kiprah mereka pada 1999. Saat itu pun Die Mannschaft tak tampil dengan kekuatan penuh. Di skuat kala itu, pelatih Erich Ribbeck terpaksa memasukkan Heiko Gerber, Horst Heldt, Ronald Maul, dan Mustafa Dogan. Bagi Gerber dan Maul, di sanalah mereka mendapatkan penampilan pertama dan satu-satunya untuk Die Mannschaft sepanjang karier sebagai pesepak bola.
Berbeda dengan sekarang, saat itu sejumlah pemain inti menolak ikut serta karena Piala Konfederasi dinilai mengganggu persiapan menyongsong musim baru. Sudah begitu, turnamen tersebut digelar di Meksiko yang jauh dengan cuaca kurang bersahabat.
Hasilnya, Jerman hancur lebur. Pada laga pertama saja, tim asuhan Ribbeck dihajar empat gol tanpa balas oleh Brasil. Meski sempat menang 2-0 atas Selandia Baru, Jerman dipastikan pulang lebih awal karena kalah 0-2 dari Amerika Serikat pada laga pamungkas grup.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1615107/original/e305a7bf0dadab393563e74b5fdb22ca-076796700_1496710493-000_PA41K.jpg)
Tentu saja terlalu naif meramalkan Jerman akan mengulangi prestasi buruk itu. Julian Draxler dkk. sudah menunjukkan kesolidan permainan saat menggasak San Marino 7-0 dalam lanjutan Pra-Piala Dunia. Joshua Kimmich dan Sandro Wagner menjadi bintang dalam laga itu.
Akan tetapi, tak bisa dimungkiri, ketiadaan pemain-pemain utama membuat kans Jerman menipis. Padahal, ini mungkin kesempatan terbaik bagi Jerman untuk menjuarai Piala Konfederasi. Tak ada Brasil atau Argentina. Tak ada pula Spanyol, Prancis atau Italia. Sandungan mungkin hanya Portugal dan Cile yang di atas kertas bisa diatasi andai Die Mannschaft turun dengan tim terbaik.
Walaupun bursa taruhan masih menempatkan Jerman sebagai salah satu favorit juara, banyak orang yang menjagokan Portugal. Menurut Oddschecker, kini 38,1 persen petaruh memilih Portugal. Adapun petaruh yang menjagokan Jerman hanya 20,5 persen. Itu bahkan lebih rendah dari Cile yang dijagokan 25,6 persen petaruh.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1547879/original/ecb7ea8c4a4753140ce19511013bbb99-043740700_1490574237-000_N06A9.jpg)
Fakta tersebut bisa dimengerti. Berbeda dengan Jerman, Portugal dan Cile datang dengan tim terbaik. Cristiano Ronaldo tetap membela Seleccao das Quinas meski harus berjibaku hingga final Liga Champions bersama Real Madrid. Di kubu Cile, Alexis Sanchez dan Arturo Vidal juga dipastikan ikut serta. Kehadiran para bintang itu lebih meyakinkan bagi banyak orang. ESPN FC bahkan memprediksi Cile akan bersua Portugal di final. Jerman? Mereka dijegal Portugal di semifinal.
Segala prediksi dan angka-angka taruhan itu tentu tak akan dipedulikan Loew. Baginya, permainan solid sepanjang turnamen dari beberapa penggawa mudanya merupakan kemenangan tersendiri. Kemenangan yang sangat berarti bagi timnya tahun depan.
Itulah pilihan Loew. Sama halnya dengan pilihan Luis Milla yang tetap memainkan banyak pemain U-22 saat timnas Indonesia menjalani uji tanding belakangan ini. Dia tak peduli walaupun pilihannya membuat kita sulit membedakan mana timnas senior dan mana timnas U-22.
*Penulis adalah komentator dan pengamat sepak bola. Tanggapi kolom ini @seppginz.
Sumber: liputan6.comDemikianlah Artikel KOLOM: Jerman Enggan Juara di Rusia
Anda sekarang membaca artikel KOLOM: Jerman Enggan Juara di Rusia dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/kolom-jerman-enggan-juara-di-rusia.html
Post a Comment