Kritik Tajam Akademisi UI soal Kebijakan Mendikbud
Judul : Kritik Tajam Akademisi UI soal Kebijakan Mendikbud
link : Kritik Tajam Akademisi UI soal Kebijakan Mendikbud
Kritik Tajam Akademisi UI soal Kebijakan Mendikbud
Itu karena siswa diwajibkan berada di sekolah selama delapan jam sehari dan sekolah lima hari dalam sepekan.
Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI) Bidang Pendidikan, Bambang Wibawarta menilai jika ingin diterapkan, kebijakan tersebut harus jelas dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya. Jangan sampai, masing-masing pihak mempunyai interpretasi sendiri yang berbeda satu dengan yang lain.
"Kemudian fasilitas juga benar-benar harus disiapkan dengan baik agar siswa bisa punya aktivitas positif," kata Bambang kepada JawaPos.com, Selasa (13/6).
Ditambahkan Bambang, kebijakan ini juga bakal berdampak pada anggaran pendidikan. Karena jika diterapkan, otomatis seluruh fasilitas pendukung harus terpenuhi.
Bambang juga bertanya soal tidak adanya mata pelajaran keagamaan di sekolah. "Bagaimana dengan pesantren. Bagaimana dengan sekolah yang masih sharing fasilitas," tegas dia.
Itu artinya, kata Bambang, masih banyak hal-hal yang harus disiapkan sehingga kebijakan ini harus bertahap dilakukan dengan pendampingan. "Harus bertahap plus didukung dengan anggaran," jelas dia.
Bambang menegaskan untuk solusinya, segala dampak harus dapat diperkirakan dan didata dengan baik sehingga bisa menjadi antisipasi. Dia berharap para ahli pendidikan bersedia memberi masukan, sedangkan pemerintah juga harus terbuka dengan masukan tersebut.
"Tidak hanya tujuannya yang baik tapi juga proses dan tahapannya termasuk persiapannya harus baik," pungkasnya.(cr1/JPG)
Demikianlah Artikel Kritik Tajam Akademisi UI soal Kebijakan Mendikbud
Anda sekarang membaca artikel Kritik Tajam Akademisi UI soal Kebijakan Mendikbud dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/kritik-tajam-akademisi-ui-soal.html
Post a Comment