Header Ads

Masih Marak Temukan Jajanan Mengandung Boraks

Masih Marak Temukan Jajanan Mengandung Boraks - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Masih Marak Temukan Jajanan Mengandung Boraks, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Masih Marak Temukan Jajanan Mengandung Boraks
link : Masih Marak Temukan Jajanan Mengandung Boraks

Baca juga


Masih Marak Temukan Jajanan Mengandung Boraks

Hal itu terungkap dari hasil inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik awal pekan (19/6). Kali ini, sasarannya adalah para pedagang kaki lima yang menjajakan takjil di kawasan perumahan Gresik Kota Baru (GKB).

Beberapa stan penjual makanan didatangi petugas dinkes. Satu per satu sampel makanan dan minuman diambil. Es buah, es kopyor, tahu bulat, dan siomay pun menjadi ”sasaran” tim sidak. Masing-masing sampel makanan dan minuman dimasukkan ke tabung kecil. Tabung tersebut diberi cairan reagen. Tujuannya, sampel makanan dan minuman dapat menunjukkan reaksi ada atau tidaknya BTP berbahaya.


BAHAYA: Petugas Dinkes Gresik melakukan tes langsung makanan dan minuman yang diduga mengandung boraks dan rodamin pewarna makanan di lapangan. Tampak petugas memperlihatkan makanan jenis siomay.
(Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Awalnya, tim dinkes tidak menemukan indikasi kandungan BTP yang dianggap berbahaya dalam sejumlah makanan dan minuman. Namun, ketika menunggu hasil pemeriksaan siomay, ada kecurigaan yang muncul. Pemeriksaan pun dilakukan dengan menggunakan kertas khusus. ”Hasilnya, ada kandungan boraks sekitar 200 mg per liter,” jelas Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Sri Hermiyati.

Pemilik nama akrab Hermin itu menyebutkan, kandungan boraks mungkin secara tidak sengaja tercampur saat pembuatan siomay di tempat penggilingan daging. ”Dari perubahan warna (kertas, Red), sudah dinyatakan positif. Tapi, warnanya tidak pekat. Jadi, kandungannya tidak banyak,” katanya.

Kepala Dinkes Gresik dr Nurul Dholam menyatakan, sidak kali ini dilakukan sebagai bentuk pembinaan kepada para PKL. Tahun lalu, lebih banyak ditemukan BTP berbahaya. Mulai rhodamin, boraks, hingga formalin. ”Kali ini hanya ditemukan boraks,” ungkapnya.

Mantan kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit itu akan terus melakukan pembinaan kepada para PKL. Khususnya terkait dengan keamanan pangan. Sebab, penggunaan BTP berbahaya bisa mengganggu kesehatan dalam jangka panjang. ”Jangan sampai konsumen jadi korban,” tuturnya. (adi/c23/dio)

Sumber: jawapos.com


Demikianlah Artikel Masih Marak Temukan Jajanan Mengandung Boraks

Sekianlah artikel Masih Marak Temukan Jajanan Mengandung Boraks kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Masih Marak Temukan Jajanan Mengandung Boraks dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/masih-marak-temukan-jajanan-mengandung.html?m=0
Powered by Blogger.