Header Ads

Mengeksplorasi Saipan, Sisa Kengerian di Jurang Bunuh Diri

Mengeksplorasi Saipan, Sisa Kengerian di Jurang Bunuh Diri - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Mengeksplorasi Saipan, Sisa Kengerian di Jurang Bunuh Diri, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Mengeksplorasi Saipan, Sisa Kengerian di Jurang Bunuh Diri
link : Mengeksplorasi Saipan, Sisa Kengerian di Jurang Bunuh Diri

Baca juga


Mengeksplorasi Saipan, Sisa Kengerian di Jurang Bunuh Diri



DESTINASI LENGKAP: Selain menawarkan wisata sejarah, Saipan punya pemandangan alam dan spot diving yang diklaim tercantik di dunia.
(JJOKO KUANG FOR JAWA POS)

JawaPos.com - Kalau ingin berkunjung ke wilayah Amerika Serikat, tapi enggan menempuh perjalanan jauh, kita bisa ke Saipan. Negara yang menjadi bagian dari Kepulauan Northern Mariana, Samudra Pasifik, itu merupakan persemakmuran AS. Jangan bayangkan kota megah penuh pencakar langitraksasa macam New York. Sebagai negara kepulauan, pantai-pantainyalah yang memukau...


BIKIN MERINDING: Suicide Cliff, tempat tentara dan penduduk Jepang melakukan bunuh diri masal agar tidak ditangkap oleh pasukan AS selama Perang Dunia II.
(JJOKO KUANG FOR JAWA POS)

Nama Commonwealth of the Northern Mariana Islands, negara dengan 15 pulau cantik di wilayah Samudera Pasifik, diambil dari Ratu Mariana Austria. Biar menyebutnya tidak terlalu panjang, banyak yang menyingkat dengan CNMI. Ada pula yang menyebutnya Kepulauan Mariana Utara. Saipan adalah pulau terbesar sekaligus ibu kota negara yang berpusat di Capitol Hill (kayak di Washington DC ya!).

Untuk bertandang ke Saipan, tentu dibutuhkan visa AS. Yang membedakan negara persemakmuran Amerika dan Inggris, di Saipan urusan keimigrasian manjadi tanggung jawab Pemerintah Federal AS, tapi urusan kepabean diserahkan kepada otoritas setempat. Sekeluar dari ruangan imigrasi Bandara Internasional Francisco C. Ada, saya disambut dengan tulisan ”Hafa Adai”. Artinya, hello atau selamat datang yang bikin hati jadi lega dan bahagia.

Pulau Saipan hanya seluas 115 km persegi. Meski begitu, kecantikan dan kisah historisnya benar-benar membuat saya terpikat. Sejarah mencatat bahwa Pulau Saipan ditemukan Ferdinand Magellan saat penjelajahan samudra pada 1521. Penduduk aslinya adalah suku Chamorro. Pulau tersebut pernah dikuasai Spanyol, Jerman, dan AS.


MANJAKAN MATA: Dari Bird Island, tampaklah tepian Samudra Pasifik yang membentang di bawah tebing. Pulau ini menjadi habitat berbagai spesies burung.
(JJOKO KUANG FOR JAWA POS)

Pada akhir Perang Dunia I, Saipan diserahkan kepada Kekaisaran Jepang. Kaisar membangun pembangkit listrik, irigasi, rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan tempat hiburan. Juga pabrik gula karena iklim tropis cocok untuk membudidayakan perkebunan tebu. Ketika Saipan sudah maju, banyak penduduk Jepang, Korea, Taiwan, Tiongkok, Filipina, dan sekitarnya yang berdatangan untuk menetap.

Pertengahan 1944, tentara AS mendarat di Saipan dan menyatakan perang dengan Jepang. Pulau mungil itu pun menjadi medan pertempuran yang kemudian dikenal sebagai ”Battle of Saipan”. Perang hanya tiga pekan, tapi berhasil meluluhlantahkan hampir semua bangunan di sana, terutama daerah Garapan yang merupakan pusat kota.

Bangunan peninggalan perang masih dapat saya lihat di sini. Di antaranya, Rumah Sakit Nanyocho yang didirikan pada 1926. Bangunan tersebut kini beralih fungsi menjadi museum.

Ketika Jepang kalah di Saipan, diperkirakan lebih dari 1.000 orang Jepang melakukan aksi bunuh diri masal daripada ditangkap dan dipenjara. Bahkan, isunya ada yang dimutilasi dan diperkosa. Tempat bunuh diri bareng-bareng itu diberi nama Banzai Cliff dan Suicide Cliff. Saya sangat penasaran dengan dua tempat tersebut.

Hanya perlu 15 menit berkendara dari pusat kota untuk mencapai Banzai Cliff di ujung utara pulau. Untuk kali pertama saya bisa melihat Samudera Pasifik yang terhampar luas dengan airnya yang biru jernih. Zaman dahulu tempat itu banyak digunakan tentara dan warga sipil Jepang untuk bunuh diri agar tidak ditangkap militer AS. Katanya, mereka meloncat ke samudera sambil berteriak, ”Banzai! Banzai!” sehingga dinamai Banzai Cliff.


SAKSI SEJARAH: Bekas bangunan Rumah Sakit Nanyocho kini menjadi museum. Dulu tempat ini digunakan untuk merawat korban Battle of Saipan.
(JJOKO KUANG FOR JAWA POS)

Bergeser sedikit agak ke atas, terdapat Suicide Cliff. Tempat itu juga merupakan tempat bunuh diri masal yang menyisakan cerita dan kengerian tersendiri. Dari bukit tersebut saya dapat melihat panorama di bawahnya yang terhampar begitu indah. Untuk mengenang peristiwa itu, pemerintah setempat mendaftarkan Banzai Cliff dan Suicide Cliff menjadi US National Historic Landmark.

Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II mengakhiri kekuasaan mereka di Saipan. Negeri indah itu pun jatuh ke pangkuan AS dan menyatu menjadi Commonwealth of the Northen Mariana Islands. Sektor pariwisata dibangun pesat. Banyak hotel dan resor yang berdiri. Begitu juga jadwal penerbangan dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Hongkong, Filipina, serta Guam.

Biar ”ziarah” saya seimbang, saya juga mengunjungi American Memorial Park. Taman luas yang di dalamnya terdapat sebuah monumen dan museum tersebut dibangun untuk mengenang serdadu AS yang gugur dalam merebut Saipan. Taman itu berdampingan dengan Micro Beach, salah satu pantai termasyur dengan pasir putihnya dan airnya yang biru berkilau. Nan jauh di sana, nampak indahnya Pulau Managaha. Pulau kecil tak berpenghuni itu setiap hari ramai dikunjungi wisatawan.

Tempat yang tak kalah indah adalah Bird Island. Pulau yang bentuknya seperti sebongkah batu kapur tersebut merupakan habitat berbagai spesies burung. Oh ya, kalau kepingin diving, di sini ada scuba diving spot terbaik di dunia bernama Grotto. Terumbu karangnya (katanya) juara! Untuk mengikuti tur selam, turis sedikitnya harus membayar USD 40 atau sekitar Rp 533 ribu. Sungguh destinasi liburan yang lengkap! (*/c25/na)

Rekomendasi Untuk Anda


Sumber: jawapos.com


Demikianlah Artikel Mengeksplorasi Saipan, Sisa Kengerian di Jurang Bunuh Diri

Sekianlah artikel Mengeksplorasi Saipan, Sisa Kengerian di Jurang Bunuh Diri kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Mengeksplorasi Saipan, Sisa Kengerian di Jurang Bunuh Diri dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/mengeksplorasi-saipan-sisa-kengerian-di.html
Powered by Blogger.