OKEZONE STORY 1: Bubah Alfian, "Ejekan Itu Jadi Pecutan agar Saya Kerja Keras dan Sukses"
Judul : OKEZONE STORY 1: Bubah Alfian, "Ejekan Itu Jadi Pecutan agar Saya Kerja Keras dan Sukses"
link : OKEZONE STORY 1: Bubah Alfian, "Ejekan Itu Jadi Pecutan agar Saya Kerja Keras dan Sukses"
OKEZONE STORY 1: Bubah Alfian, "Ejekan Itu Jadi Pecutan agar Saya Kerja Keras dan Sukses"
SAYA Bubah Alfian, usia saya kini sudah menginjak 31 tahun. Waktu saya sehari-hari dipadatkan dengan kesibukan sebagai seorang make-up artis profesional, mulai dari satu pemotretan ke pemotretan lain, dari balik panggung, dari lingkup domestik hingga mancanegara.
Digadang-gadang oleh publik sebagai salah satu make-up artis ternama di Indonesia, mungkin Anda tidak akan menyangka bahwa ada perjalanan panjang dan keras di balik posisi saya sekarang. Saya terlahir sebagai anak satu-satunya dari pasangan orangtua yang bercerai, sempat memiliki seorang kakak tapi beliau harus meninggal sebelum saya sempat bertemu dengannya dan merasakan diri sebagai adik.
Tidak memiliki potret keluarga yang harmonis jadi suratan hidup yng harus saya lalui, karena kedua orang tua masing-masing memilih untuk berkeluarga masing-masing dengan keluarga barunya. Akhirnya saya dibesarkan oleh tante kandung saya yang bernama Henny Mulyana. Bisa dibilang beliau adalah salah satu sosok yang paling berjasa besar dalam hidup saya.
Orang tua yang bercerai sepertinya bukan menjadi cobaan pamungkas untuk hidup saya. Pasalnya, saat di bangku sekolah menengah atas saya harus mengalami kecelakaan motor cukup besar, yang akhirnya membuat saya tidak selesai sekolah karena mengalami patah kaki sehingga tidak bisa berjalan.
Akan tetapi peristiwa kecelakaan tersebut bisa dibilang menjadi titik awal jalan saya semakin dekat dengan dunia make-up. Walau pada 2006 lalu, saya sudah sempat aktif di organisasi Jember Fashion Karnival tersebut untuk belajar tentang seni. Tidak hanya soal merias wajah, namun juga menjahit kostum pesta karnaval, menjahit kebaya, hingga membuat tatanan rambut yang aneh-aneh.
Namun setelah kecelakaan motor itulah, Mama melihat saya menjadi berdiam diri karena tidak mempunyai kegiatan apapun, beliau juga menyadai bahwa karakter diri saya memang sudah feminin dari dulu. Akhirnya Mama memutuskan untuk memasukkan saya untuk kursus di salon.
Dari situ lah saya melanjutkan untuk bekerja di salon kecil di Jember, kampung kecil tempat saya berdomisili. Saat bekerja di salon selama kurang lebih 6 bulan lamanya, saya betul-betul kerja keras karena bukan cuma make-up yang saya kerjakan tetapi juga soal rambut. Contohnya saja dalam sehari saja saya bisa melakukan proses rebonding untuk 60-80 orang.
Hingga akhirnya pada 2009, Mama membukakan sebuah salon untuk saya, Alhamdulillah walaupun salon kecil di daerah tapi salon saya ramai akan pengunjung. Bisa dibilang sudah cukup mandiri di usia relatif muda, ternyata tidak membuat saya serta merta dipandang sukses di keluarga.
Ejekan akan status pekerjaan saya di salon tersebut, malah awalnya datang dari pihak keluarga sendiri. Masih kuat membekas di ingatan saya, betapa waktu itu keluarga kami sedang berduka dan menggelar pengajian tahlilan untuk seorang anggota keluarga yang meninggal.
Namun, bukannya mendoakan sanak keluarga, saudara-saudara saja malah ramai mem-bully saya di ruang keluarga. Mereka menertawakan pekerjaan saya yang menurut mereka sangat tidak laki-laki. ‘ Mau jadi apa lo kerja begitu, ih di salon tuh kerjaan apaan’ ejek mereka ramai-ramai pada saya yang hanya bisa terdiam..
Lantas, seperti apa kelanjutan kisah nyata kehidupan dari Bubah Alfian seorang make-up artis dari daerah kecil yang akhirnya kini mampu berkarir secara internasional? Simak terus Life Story Okezone, setiap hari pukul 20.00 WIB.
Sumber: okezone.comDemikianlah Artikel OKEZONE STORY 1: Bubah Alfian, "Ejekan Itu Jadi Pecutan agar Saya Kerja Keras dan Sukses"
Anda sekarang membaca artikel OKEZONE STORY 1: Bubah Alfian, "Ejekan Itu Jadi Pecutan agar Saya Kerja Keras dan Sukses" dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/okezone-story-1-bubah-alfian-ejekan-itu.html
Post a Comment