Friday, June 30, 2017

Pembunuhan Sadis Juragan Angkot, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto yang datang ke lokasi mengatakan, sudah beberapa saksi dimintai keterangan. 

Disinggung adakah harta benda milik korban yang hilang, mantan Kasat Brimob Polda Sulteng itu belum bisa membeberkan secara terperinci. Namun, jajarannya sudah diperintahkan untuk secepatnya menangkap pelaku pembunuhan.

Reza juga belum mau membeberkan barang bukti serta benda lainnya yang ditemukan dari lokasi kejadian. “Tapi sketsa posisi terakhir korban sudah digambar, dan seluruh sudut sudah kami foto,” ujar Reza. 

Saat ini, polisi menunggu hasil visum di RS AWS. “Agar lebih jelas penyebabnya, diperiksa dokter forensik," ujarnya. Reza juga belum bisa memastikan berapa jumlah pelaku lantaran tak ada yang melihat kejadian itu. Perwira berpangkat melati tiga itu menyebut, tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Kaltim juga diturunkan.

Kejadian yang menimpa pengusaha angkot itu seolah membuka kembali lembaran perkara yang pernah terjadi di Balikpapan pada pertengahan Februari 2017. Saat itu Mulyadi (55), sama-sama sebagai pengusaha angkot, tewas dibunuh di rumahnya di Gang Merpati, RT 31, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Bahkan, putra Mulyadi turut dihabisi. Begitu juga istri keempat Mulyadi, Lasiyem, yang kemudian juga ditemukan tewas dengan tangan dan kaki terikat di Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU).

Belakangan polisi mengungkap pembunuhnya ada tiga orang, satu di antaranya adalah anak tiri Mulyadi. Setelah disidik, kasus ini ternyata adalah kasus pembunuhan berencana yang kemudian berlanjut dengan perampokan. Pengungkapan kasus ini diyakini bisa memberikan masukan dalam kasus yang menimpa Bahri dan Tasnani. (*/ryu/*/dra/rom/k8/fab/JPG)

Sumber: jawapos.com
Powered by Blogger.