Pemkab Wonosobo Diminta Perhatikan Buruh Gendong
Judul : Pemkab Wonosobo Diminta Perhatikan Buruh Gendong
link : Pemkab Wonosobo Diminta Perhatikan Buruh Gendong
Pemkab Wonosobo Diminta Perhatikan Buruh Gendong

Sejumlah perempuan buruh gendong beristirahat di sebuah rumah pegiat sosial yang tergabung dalam Paguyuban Muslimat Peduli Perempuan Wonosobo, sebelum mendapatkan
bantuan paket makanan. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
WONOSOBO, suaramerdeka.com – Pegiat sosial yang tergabung dalam Paguyuban Muslimat Peduli Perempuan Wonosobo meminta Pemerintah Kabupaten Wonosobo lebih memperhatikan para perempuan buruh gendong di komplek Pasar Induk Wonosobo. Pasalnya, hampir rata-rata dari perempuan buruh gendong tersebut merupakan perempuan berusia lanjut dan sebagian belum tersentuh bantuan pemerintah.
Sekretaris Paguyuban Muslimat Peduli Perempuan Wonosobo, Sudadi menyebutkan, jumlah perempuan buruh gendong di komplek Pasar Induk Wonosobo mencapai sekitar 60 orang. Rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari jasa tenaganya sangat sedikit.
“Mereka rela menjadi buruh gendong demi sesuap nasi, baik untuk dirinya maupun keluarganya. Sayangnya masih ada dari mereka yang belum tersentuh bantuan pemerintah,” ujarnya kepada suaramerdeka.com, Senin (12/6).
Disebutkan, rata-rata dari perempuan buruh gendong mengaku kerap mendapat upah hanya di bawah Rp 10.000 per hari. Kadang jika kondisi rame hanya berkisar Rp 20.000 per hari. Tak sedikit, dari mereka tidak mendapat apa-apa, karena jasa tenaganya tidak digunakan selama seharian.
“Yang lebih memprihatinkan bagi kami, sebagian dari mereka berusia lanjut, di atas 60 tahun. Kasihan kalau pas tidak mendapat apa-apa,” tutur dia.
Dia menambahkan, selain usia lanjut, sebagian dari mereka tidak bisa membaca dan menulis. Karena latar belakang dari keluaga tidak mampu, langkah menjadi buruh
gendong dipilih mereka demi mengais rejeki.
“Kami sangat mengapresiasi langkah mereka, meski pun sudah tua, mereka tetap gigih bekerja. Mereka memilih pekerjaan itu karena halal dan jauh lebih bermartabat dari sekadar meminta-minta. Namun, sayangnya keberadaan mereka kerap mendapat cibiran masyarakat,” terang dia.
Pasalnya, kata dia, para perempuan buruh gendong tersebut kerap menawarkan secara terus menerus kepada masyarakat yang membawa barang belanjaan cukup banyak. Hal itu memang dilakukan demi mendapatkan perhatian atas penawaran jasa tenaganya kepada masyarakat.
“Jika tidak menawarkan diri secara terus menerus tentu mereka tidak mendapatkan upah. Butuh mental yang kuat untuk menawarkan hal semacam itu kepada masyarakat,” tuturnya.
Pengurus Paguyuban Muslimat Peduli Perempuan Wonosobo, Achmad Baehaqi mengatakan, pemerintah kabupaten harusnya bisa peka terhadap nasib warganya. Selain kerap tidak mendapatkan penghasilan, sebagian dari mereka belum tersentuh bantuan pemerintah, baik bantuan langsung maupun jaminan kesehatan.
“Sebagian dari mereka belum tersentuh bantuan mau pun jaminan kesehatan. Kami berharap, pemerintah bisa memperhatikan mereka,” harapnya.
(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)
Demikianlah Artikel Pemkab Wonosobo Diminta Perhatikan Buruh Gendong
Anda sekarang membaca artikel Pemkab Wonosobo Diminta Perhatikan Buruh Gendong dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/pemkab-wonosobo-diminta-perhatikan.html?m=0
Post a Comment