Header Ads

Penjualan makanan khas Yogyakarta naik 30 persen

Penjualan makanan khas Yogyakarta naik 30 persen - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Penjualan makanan khas Yogyakarta naik 30 persen, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Penjualan makanan khas Yogyakarta naik 30 persen
link : Penjualan makanan khas Yogyakarta naik 30 persen

Baca juga


Penjualan makanan khas Yogyakarta naik 30 persen

Yogyakarta (ANTARA News) - Penjualan makanan oleh-oleh khas Yogyakarta yang berbahan dasar singkong selama libur Idul Fitri 1438 Hijriah mengalami kenaikan hingga 30 persen dibanding hari-hari biasa sebelum Lebaran.

"Ada kenaikan penjualan, namun tidak begitu besar, kira-kira sekitar 20 sampai 30 persen dibanding hari biasa," kata pemilik sekaligus Direktur Pusat Oleh-Oleh khas Yogyakarta Cokro Tela Firmansyah Budi Prasetyo di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, kenaikan penjualan makanan khas yang diproduksinya karena bertepatan dengan libur Lebaran 2017 yang banyak pemudik pulang ke daerah asalnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kemudian membeli oleh-oleh khas itu.

Ia mengatakan, makanan khas Yogyakarta yang diproduksinya merupakan roti berbahan dasar dari singkong yang merupakan salah satu bahan pangan lokal. Bahan baku singkong itu didapat dari petani-petani di kawasan Bantul dan sekitarnya.

Firman mengatakan, peningkatan penjualan sudah dirasakan sejak sebelum Lebaran dan meningkat lagi setelah Lebaran, dirinya mengaku bisa menjual makanan pada kisaran 300 hingga 500 kotak kue setiap harinya.

Ia mengatakan, konsumen yang datang ke rumah produksinya selama libur Lebaran mayoritas berasal dari luar Yogyakarta yang sedang merayakan merayakan Lebaran di kawasan Bantul maupun DIY.

"Dari 35 jenis varian kue yang ada, peminat terbanyak jenis bolu panggang dan bolu kukus. Selain aneka cake dan jenis kue, ada bakpia, coklat dan aneka oleh-oleh khas Yogyakarta," katanya.

Menurut dia, produk makanan oleh-oleh Cokro Tela ini menyasar masyarakat pada kalangan ekonomi menengah ke bawah, karena harga makanan yang ditawarkan mulai dari Rp30.000 per kotak untuk jenis cake standar.

"Selain menjual kami juga mengedukasi masyarakat akan pentingnya pangan lokal. Meski demikian, kendala kami ada pada masih naik turunnya kualitas dari bahan baku yaitu tepung singkong (mocaf) dan singkong segar," katanya.

Firman yang memproduksi makanan khas dengan bantuan sejumlah tenaga ini membutuhkan bahan baku rata-rata satu hingga dua ton singkong segar dan tiga kuintal mocaf per hari.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017



Sumber: antaranews.com


Demikianlah Artikel Penjualan makanan khas Yogyakarta naik 30 persen

Sekianlah artikel Penjualan makanan khas Yogyakarta naik 30 persen kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Penjualan makanan khas Yogyakarta naik 30 persen dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/penjualan-makanan-khas-yogyakarta-naik.html?m=0
Powered by Blogger.