Header Ads

Saatnya untuk Panen Penjualan

Saatnya untuk Panen Penjualan - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Saatnya untuk Panen Penjualan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Saatnya untuk Panen Penjualan
link : Saatnya untuk Panen Penjualan

Baca juga


Saatnya untuk Panen Penjualan


Berbagai macam produk kebutuhan menyambut Lebaran mulai dijajakan oleh para pengusaha. Kue-kue dan busana muslimah termasuk yang banyak dicari masyarakat. Inilah waktu panen bagi para pengusaha yang bergerak di kedua bidang itu. Itu diakui oleh Niken Ardhana Reswari, pemilik usaha Senirasa Cupcakes, Pasta, Kopi.


Menurutnya, menjelang Lebaran ini persiapan belanja bahan lebih banyak mengingat omzet meningkat 200 persen dari hari biasa. Apalagi dia juga gencar promo di media sosial dan membuka penawaran order kue dan lain-lain supaya bisa menjangkau lebih banyak konsumen. ”Konsumen juga akan mendapatkan produk yang fresh karena dibuat sesuai permintaan order,” katanya.


Selain berjualan langsung, Niken juga memanfaatkan media sosial untuk promo dan menawarkan produk buatannya. Hal itu dilakukannya sejak mulai membuat cupcakes yang saat itu sedang booming di Jakarta dan kota-kota besar dunia. Sebelumnya dia adalah pekerja kantoran selama 11 tahun, yang kemudian resign dan membuat kafe. Sayang setelah setahun kafe itu tutup. Ketika menekuni pembuatan cupcakes di rumah, ia juga membuat berbagai pasta, seperti lasagna dan macaroni schotel. Ternyata keberuntungannya dimulai. Lewat promo di twitter kedua produk tadi, cupcakes dan pasta, bisa dikenal dan diterima oleh pasar.”Awalnya pasar yang kami tuju adalah mahasiswa, karena dekat dengan kampus. Apalagi mereka juga melek terhadap media sosial,” tuturnya.


Semula Niken baru membuat produk berdasarkan pesanan, namun kemudian pelan-pelan mulai membuat stok produk karena banyak yang datang dan mau langsung beli. ”Alhamdulillah, setelah berjalan baik di rumah selama dua tahun, tahun ketiga hingga sekarang kami bisa sewa tempat yang lebih representatif, yaitu di Ruko Kintamani Kav 22 Jalan Bukit Sari Raya 2ABukit Sari Semarang,” katanya.


Pangsa pasar yang dituju pun bukan hanya mahasiswa, melainkan semua umur dengan klasifikasi menengah ke atas. ”Karena kebetulan semua produk kami menggunakan bahan baku premium,” katanya sambil tersenyum.


Menurutnya, usaha lewat toko dan online sama-sama menguntungkan. ”Kalau dibilang lebih irit, pasti toko online lebih irit karena tidak harus mengeluarkan biaya sewa tempat. Hasilnya juga lumayan. Namun toko offline membuat kami bertemu dan berkenalan dengan banyak orang dan dari banyak kalangan,” ucapnya.


Meskipun cukup menguntungkan, terkadang kekuatan media sosial membuatnya tidak bisa mengontrol komentar semua orang terhadap produknya. ”Kami tidak setiap saat bisa memuaskan semua pihak. Kadang karena miskomunikasi terjadi perbedaan persepsi, sehingga cerita yang berkembang di media sosial sudah terlalu jauh untuk dicounter. Untuk itu kami selalu berusaha menghasilkan produk yang terbaik.


Buat kami, segala sesuatu jika dikerjakan dengan hati, hasilnya pasti jauh lebih baik,” katanya. Menghadapi Lebaran ini, Niken bersyukur karena omzet meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun lalu. ”Meskipun terkadang pelanggan sangat mepet dalam pemesanan ordernya”.


Sebulan Persiapan


Sementara itu, Nessa Ghozal, pemilik fesyen muslim Naiza, sudah mempersiapkan produk-produk busana muslimahnya sejak sebulan sebelum Lebaran. ”Biasanya dari awal puasa orang sudah mulai mencari baju-baju baru. Apalagi di seminggu terakhir puasa,” katanya.


Sudah dua tahun ini Nessa berusaha di produk busana ini. Awalnya memang karena suka fesyen. Ia merasa kok jarang ada baju yang simpel tapi tetap in dan harganya terjangkau. Ia lalu cobacoba membuat dan memasarkannya, sampai sekarang. Selain menitipkan ke butik teman, Nessa juga berjualan secara online.


Selain merasakan jangkauan pasar yang lebih luas, ia juga terkadang direpotkan calon konsumen yang ternyata hanya sekadar bertanya-tanya. Namun dengan online, ia bisa mengira-kira tren yang akan datang dan menyesuaikan seleranya dengan keinginan pasar. Menyambut Lebaran ini ia aktif ikut pameran di mal. Selain itu ia juga rajin promosi lewat instagram @naizaindonesia dan juga instagram pribadi @nessaghozal. ”Diskon pasti ada, sampai 30 persen,” tuturnya. (bp-06)


Comments

comments

Sumber: suaramerdeka.com


Demikianlah Artikel Saatnya untuk Panen Penjualan

Sekianlah artikel Saatnya untuk Panen Penjualan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Saatnya untuk Panen Penjualan dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/saatnya-untuk-panen-penjualan.html
Powered by Blogger.