Toni Saputra, Salah Seorang Pencetus Kelompok Literasi di Trenggalek
Judul : Toni Saputra, Salah Seorang Pencetus Kelompok Literasi di Trenggalek
link : Toni Saputra, Salah Seorang Pencetus Kelompok Literasi di Trenggalek
Toni Saputra, Salah Seorang Pencetus Kelompok Literasi di Trenggalek
SUASANA berbeda tampak ketika Jawa Pos Radar Trenggalek berkunjung di salah satu rumah di kawasan Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, kemarin (19/6). Saat itu terlihat beberapa orang sedang asyik mengobrol.
Kendati mereka terlihat serius, ada salah satu anggota yang membuat gurauan untuk memecahkan suasana. Anggota lainnya pun ikut tertawa.
Mereka adalah pengurus dari kelompok literasi Sembilan Mutiara yang telah memproduksi sekelompok pemuda yang mampu menerbitkan puluhan judul buku. Saat itu, terlihat seorang paro baya sedang meluapkan ide dan gagasannya. Dia adalah Toni Saputra, penggagas dan pendiri lembaga Sembilan Mutiara.
”Kebetulan, kami sedang berkumpul untuk membahas lokasi sekretariat yang baru agar lebih dekat dari kota,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Tosa itu pun meminta izin untuk berpisah sebentar dari teman-temannya dan langsung menceritakan aktivitasnya. Rencana pembentukan kelompok tersebut dilakukan sejak 2010.
Saat itu, dia masih menjadi montir bus. Jika ada waktu luang, Tosa sering berkumpul bersama teman-teman dari berbagai golongan.
Dari situlah, dia mengenal beberapa teman yang hobi membaca dan menulis. Hal itu membuatnya ingin melakukan hal serupa.
”Sebenarnya sudah lama saya hobi membaca. Namun, semenjak berkumpul bersama teman-teman itu, keinginan saya untuk lebih mendalami buku semakin kuat,” katanya.
Berbekal hal tersebut, Tosa terus belajar sendiri (otodidak) terkait cara mendalami isi buku, membedah, hingga membuat karangan. Saat itu, dia langsung menciptakan satu puisi.
Dari situ, keinginan untuk membentuk suatu komunitas atau kelompok literasi yang mewadahi pemuda SMP hingga perguruan tinggi, khususnya yang memiliki hobi membaca dan menulis, semakin besar. Namun, para pemuda tersebut memiliki pengetahuan yang kurang mewadai. Karena itu, mereka bisa mengembangkan hobi dengan sama-sama belajar lewat kelompok tersebut.
Gayung pun bersambut. Saat itu, beberapa rekan dengan hobi yang sama ikut bergabung untuk membentuk komunitas tersebut. Secara berangsur, mulai banyak pemuda yang tertarik untuk mengikuti pembelajaran.
Pembelajaran tersebut dimulai dengan meningkatkan kegemaran anak dalam membaca. Setelah itu, mereka diberi tahu teknik mengarang untuk dijadikan judul buku. Bedah buku pun dilakukan bersama-sama jika karangan sudah diterbitkan.
Dengan kemampuan itu, sedikitnya 90 judul buku berhasil dterbitkan seluruh anak asuh Tosa. Seiring berjalannya waktu, dia ingin lebih banyak menumbuhkan minat membaca dan menulis, khususnya golongan pelajar untuk menunjang nilai. Bahkan, sejak 2016, Tosa bersama kelompok tersebut bekerja sama dengan lembaga pendidikan di Trenggalek.
”Akhirnya, dengan jerih payah sementara ini, ada empat lembaga pendidikan tingkat SMP dan SMA sederajat yang mau bergabung. Banyak siswa produktif dalam hal literasi yang bergabung,” tutur warga Desa Sokowetan, Kecamatan Karangan, tersebut.
Dengan kepiawaian itu, beberapa bulan lalu Tosa diminta menjadi pengajar atau guru bahasa Indonesia di salah satu SMP swasta yang menjalin kerja sama. Karena itu, belum ada setahun ini, dia meninggalkan pekerjaan sebagai montir bus yang telah lama ditekuni.
”Dalam hal mengarang, mulai 2010 saya telah membuat tiga judul buku dan semoga saja bisa bertambah,” jelas pria 35 tahun itu. (*/and/c21/diq)
Demikianlah Artikel Toni Saputra, Salah Seorang Pencetus Kelompok Literasi di Trenggalek
Anda sekarang membaca artikel Toni Saputra, Salah Seorang Pencetus Kelompok Literasi di Trenggalek dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/toni-saputra-salah-seorang-pencetus.html?m=0
Post a Comment