Header Ads

Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor

Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor
link : Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor

Baca juga


Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor



Rabu, 14 Juni 2017 | 12:14 WIB


Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor

Ilustrasi bubur mudhor. TEMPO/Sujatmiko




TEMPO.CO, Tuban - Bagi kaum muslim Kota Tuban, Jawa Timur, coba sisihkan waktu untuk mencicipi santapan takjil di Masjid Al-Mudhor, Jalan Pemuda. Takjilnya bernama bubur Mudhor. Bubur beraroma gulai kambing dan rempah khas Timur Tengah itu bisa diperoleh secara gratis selama Ramadan.

Takmir Masjid Al-Mudhor, Agil Bunumay, mengungkapkan bubur Mudhor merupakan hidangan istimewa yang dinanti-nanti warga di sekitar Masjid Al-Mudhor. Saban Ramadan, penduduk yang tinggal di sekitar perkampungan Arab tersebut antre untuk memperoleh bubur berwarna cokelat kekuningan itu.

Sebagaimana bubur pada umumnya, kata Agil, bahan baku utama bubur Mudhor ialah beras. “Yang membedakan, bubur Mudhor diberi campuran rempah-rempah pilihan khas masakan Timur Tengah,” ujarnya kepada Tempo, Jumat lalu.

Agil menjelaskan, bubur Mudhor dimasak dengan cara tradisional di dandang besar terbuat dari kuningan, bergaris tengah satu meter dengan tinggi sekitar 1,3 meter. Selama dimasak, bahan-bahan bubur, seperti beras, kelapa, rempah-rempah, dan daging cincang, terus diaduk oleh pengurus Masjid Al-Mudhor secara bergantian. Pengurus masjid biasanya mulai memasak bubur setelah zuhur dan selesai saat asar, sekitar dua jam lamanya.

Dalam sehari, Masjid Al-Mudhor menyediakan 30 kilogram beras, belasan butir kelapa, campuran rempah-rempah, dan lima kilogram daging kambing cincang. Dengan bahan-bahan itu, bubur Mudhor cukup untuk dimakan sekitar 170 orang.

Bubur Mudhor baru akan dibagikan kepada jemaah masjid tepat pukul 16.45. “Mesti tepat waktu,” tutur Agil.

Antrean panjang untuk memperoleh bubur Mudhor bisa dijumpai menjelang magrib di halaman Masjid Al-Mudhor. Warga setempat yang antre membawa piring, mangkuk, panci, hingga rantang yang dibawa dari rumah untuk tempat bubur.

Pengurus Masjid Al-Mudhor juga mengatur tempat antrean agar tertib. Di halaman masjid yang dibangun pada 1937 itu tertera tulisan “antrean untuk wanita dan pria”. Antrean laki-laki dan perempuan dipisahkan oleh sebuah besi pembatas. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu, polisi ikut mengawasi pembagian bubur Mudhor.

Bukan hanya warga Kota Tuban yang menikmati bubur Mudhor. Kelezatannya tak jarang membuat warga Bojonegoro, Lamongan, bahkan Rembang, Jawa Tengah, ikut antre demi mendapatkan bubur tersebut. Mereka yang datang dari luar kota punya jadwal tersendiri untuk menikmati bubur Mudhor.

Salah satu penikmat bubur Mudhor, Sukiswanto, mengatakan paling tidak sekali selama Ramadan dia datang ke Masjid Al-Mudhor. Warga Bojonegoro itu rela melakukan perjalanan antarkota dan antre demi mendapatkan bubur Mudhor. “Bubur Mudhor punya cita rasa tersendiri. Terutama campuran rempah dan daging kambingnya,” ujar pria berusia 51 tahun itu.

Sukiswanto menambahkan, suasana Ramadan sangat terasa di Masjid Al-Mudhor. Orang kaya dan miskin sama-sama antre demi memperoleh bubur Mudhor. ”Inilah nikmat Ramadan,” katanya.

SUJATMIKO

Sumber: tempo.com


Demikianlah Artikel Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor

Sekianlah artikel Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tradisi Ramadan ala Tuban, Berburu Bubur Mudhor dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/tradisi-ramadan-ala-tuban-berburu-bubur.html
Powered by Blogger.