2 Kisah 'Horor' di Dieng: Tragedi Sinila dan Raibnya Legetang
Judul : 2 Kisah 'Horor' di Dieng: Tragedi Sinila dan Raibnya Legetang
link : 2 Kisah 'Horor' di Dieng: Tragedi Sinila dan Raibnya Legetang
2 Kisah 'Horor' di Dieng: Tragedi Sinila dan Raibnya Legetang
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1637570/original/018803700_1498992194-WhatsApp_Image_2017-07-02_at_4.43.17_PM.jpeg)
Selain gempa dan gas beracun, kawasan pegunungan Dieng rawan tanah longsor. Peristiwa itu diungkapkan oleh USGS pada 9 Juni 1971 dalam laporannya yang berjudul Evaluation of Initial Investigaton Dieng Geotherma Area, Central Java.
Pada tahun 1955, terjadi longsor dari Gunung Pengamun-amun yang menimbun Dusun Legetang hingga lenyap tak bersisa.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1637951/original/055671500_1499058125-desa-legetang-dieng-3.jpg)
Dikutip dari Dieng Indonesia.com tercatat satu dusun itu benar-benar terkubur, menewaskan 332 orang warganya dan 19 penduduk dusun tetangga yang tengah berkunjung ke kawasan itu.
"Benar, kisah terkuburnya Desa Legetang itu benar adanya. Desa itu lokasinya dekat dengan lereng, jadi benar-benar di kaki gunung. Kemungkinan tanah longsor sangat besar," kata Alif Fauzi, Ketua Panita Penyelenggara Dieng Festival kepada Liputan6.com pada Senin (3/7/2017).
Menurut Alif, jarak desa itu hanya 3 kilometer dari kawah terdekat, yaitu Kawah Timbang.
"Lagi pula, tahun itu 1955, segala peralatan masih terbatas, jadi sangat sulit untuk mengevakuasi penduduk yang terkubur. Dan pemerintah lokal saat itu membiarkan desa itu terkubur," ujar Alif.
Menurut cerita dari mulut ke mulut, Dusun Legetang kaya dan subur tanahnya. Namun, penduduknya mengingkari nikmat dengan tidak menjalankan kehidupan dengan baik. Sebagai bentuk hukuman atas perilaku mereka, alam pun murka.
"Desa itu dekat dengan Gua Jimat, yang menurut kepercayaan sebagai tempat penyimpanan pusaka sakti. Jadi ada mitos dan legenda yang membumbui peristiwa alam itu," lanjutnya.
Misteri Dusun Legetang itu terkubur bersama para penduduknya. Kini kawasan itu ditandai dengan tugu peringatan tertimbunnya desa itu.
Daerah itu telah berubah menjadi areal lahan pertanian kentang.
"Sekarang Desa Legetang jadi lahan kentang yang terkena di Dieng. Kadang, petani yang tengah mencangkul kerap menemukan satu dua pecahan perabot atau puing rumah," ujar Alif.
Selain Legetang, ada juga kisah desa yang terkubur.
"Dusun Jawera pada tahun 1944 pernah terkubur kala Kawah Sileri meletus. Tapi lagi-lagi itu jauh di masa sebelum kita merdeka, pencatatan berapa orang yang terkubur kita tidak tahu," kata Alif.
Meski demikian, menurut catatan Center of Volcanology and Geological Disaster Mitigation, Kawah Sileri pernah meletus pada 4 Desember 1944, kala itu, 117 orang tewas dan melukai 250 lainnya.
Kini kawasan Desa Legetang didirikan sebuah prasasti sebagai pengingat bahwa di situ pernah terjadi bencana.
"Ini mengingatkan manusia untuk lebih arif, waskito, dan waspada, serta menghormati alam," tutup Alif seraya menambahkan prasasti dibangun pada tahun 1990-an.
Daftar Bencana di Dieng
Berikut adalah sederet daftar letusan dan gas bocor di Dieng dari tahun 1786 hingga 2013 yang merenggut nyawa manusia, seperti dikutip Liputan6.com dari Center of Volcanology and Geological Disaster Mitigation:
Kawah Candradimuka meletus menyemburkan gas pada tahun 1786, 38 orang tewas.
13 Mei 1928, Kawah Timbang meletus dan mengeluarkan gas beracun, 40 orang tewas.
Pada 13 Oktober 1939, Timbang kembali meletus dan menewaskan 10 orang.
Kawah Sileri juga pernah meletus pada 4 Desember 1944, kala itu, 117 orang tewas dan melukai 250 lainnya.
Sileri kembali mengamuk pada 13 Desember 1964 hingga merenggut 114 nyawa.
Demikianlah Artikel 2 Kisah 'Horor' di Dieng: Tragedi Sinila dan Raibnya Legetang
Anda sekarang membaca artikel 2 Kisah 'Horor' di Dieng: Tragedi Sinila dan Raibnya Legetang dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/2-kisah-horor-di-dieng-tragedi-sinila.html
Post a Comment