Antisipasi Aksi Terorisme, Wajib Lapor hingga One Gate System
Judul : Antisipasi Aksi Terorisme, Wajib Lapor hingga One Gate System
link : Antisipasi Aksi Terorisme, Wajib Lapor hingga One Gate System
Antisipasi Aksi Terorisme, Wajib Lapor hingga One Gate System
Tak mau anggotanya jadi korban, Kapolres Musi Rawas (Mura) langsung mengambil langkah antisipatif. Penjagaan di Mapolres Mura dan polsek jajaran diperketat, terhitung kemarin (1/7).
“Pimpinan tertinggi Polri pun sudah memberikan arahan, setiap penjagaan di markas dilengkapi dengan senjata api (senpi) siap tembak," kata Kapolres Mura AKBP Pambudi sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (2/7).
Ia memastikan, tidak ada kantor polisi atau pos polisi yang tidak dijaga, seberapa pun besar ancaman yang ada. Semua personel telah diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak boleh lengah dalam bertugas.
Selain senpi, anggota jaga juga dilengkapi dengan rompi antipeluru. Dua perlengkapan itu penting mengingat, hampir semua kantor polisi di Mura dan Muratara berada di tepi jalan lintas. Secara akses, sangat terbuka dan mudah dijangkau. Potensi terhadap serangan juga lebih besar.
"Saya sudah tekankan kepada Wakapolres untuk betul-betul mengawasi internal,” imbuh Pambudi.
Terpisah, Polres Pagaralam juga mewajibkan anggota penjagaannya mengenakan rompi antipeluru.
“Sesuai instruksi, anggota jaga harus pakai body vest dan sesama personel harus saling jaga,” ujar Kapolres Pagar Alam AKBP Dwi Hartono SIK MH didampingi Kabag Ops Kompol Indarmawan.
Pengamanan masuk ke polres dan polsek-polsek juga ditingkatkan. Seluruh personel di Pagaralam diingatkan untuk waspada terhadap berbagai bentuk aksi terorisme. Sementara di Polres Prabumulih, pengamanan dilakukan dengan menerapkan one gate system.
Jalan keluar dan masuk ke Mapolres dibuat satu. “Pasca-aksi teror di masjid depan Mabes, kami perketat pengamanan. Pengunjung yang datang lapor dulu ke pos penjagaan,” beber Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kabagops, Kompol Andi Supriadi SIk SH MH.
Barang bawaan pengunjung pun dicek. Termasuk kendaraan yang masuk. "Selama ini memang sudah dilakukan. Tapi akan lebih ditingkatkan lagi," katanya. Ada personel yang keliling Mapolres. Sementara itu, petugas yang patroli dilengkapi dengan senpi dan rompi antipeluru.
Bagaimana di Palembang sebagai ibu kota provinsi? Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB menegaskan, pihaknya sudah melakukan peningatan pengawasan dan memperketat pengamanan.
Khusus Mapolresta, petugas jaga gerbang dilengkapi dengan senjata lengkap. “Bukan mau mempersulit. Tapi tiap tamu yang masuk akan ditanya keperluannya. Mereka wajib meninggalkan biodata,” imbuhnya. Petugas jaga dilengkapi rompi antipeluru.
Patroli wilayah pun ditingkatkan. Baik itu patroli sepeda, motor dan mobil. Peran Bhabinkamtibnas di masing-masing Kelurahan untuk deteksi dini juga dimaksimalkan. “Alhamdulillah, Palembang kondusif. Tapi kita tidak mau kecolongan,” tukas Wahyu. (wek/ald/chy/qda/sal/roz)
Demikianlah Artikel Antisipasi Aksi Terorisme, Wajib Lapor hingga One Gate System
Anda sekarang membaca artikel Antisipasi Aksi Terorisme, Wajib Lapor hingga One Gate System dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/antisipasi-aksi-terorisme-wajib-lapor.html?m=0
Post a Comment