Header Ads

Grafika Cikole Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis

Grafika Cikole Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Grafika Cikole Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Grafika Cikole Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis
link : Grafika Cikole Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis

Baca juga


Grafika Cikole Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis

RMOL. Bagi Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sampah bukan lagi menjadi persoalan. Di tempat ini sampah justru dikelola menjadi bahan yang memiliki manfaat baru dan bernilai ekonomis.

Kepala Divisi Pengelolaan Sampah pada Terminal Wisata Grafika Cikole, Jajang mengatakan pengelolaan sampah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Apalagi, setiap hari volume sampah terus meningkat.

"Kami ingin mengurangi pembuangan sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Dengan pengelolaan ini, sampah yang dihasilkan hanya terbuang hingga 20 persen," kata Jajang seperti diberitakan RMOLJabar Senin (3/7).

Terminal Wisata favorit ini setiap harinya bisa menghasilkan sampah 10 hingga 20 tong. Namun, khusus pada libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini, sampah bisa mencapai 40 tong perhari.

"Saat ini kami hanya mampu mengelola sampah organik dan anorganik saja. Untuk sampah yang tidak bisa di daur ulang seperti sterofoam, kantong plastik makanan ringan terpaksa harus dibuang ke TPA. Artinya kami hanya mampu mengelola sampah hingga 80 persen," jelasnya.

Adapun pengelolaan sampah ini dilakukan menggunakan metode daur ulang organik dan anorganik dengan bantuan tiga unit alat mesin pres, ayak, dan cacah.

"Untuk mengelola sampah ini, kami melibatkan 5 orang karyawan dengan waktu kerja hingga 8 jam perhari. Dengan ukuran gedung pengelolaan sampah 8 x12 meter persegi," ujarnya.

Untuk pengelohan sampah organik, kata Jajang, dilakukan fermentasi hingga waktu satu bulan dengan menggunakan campuran limbah media jamur dan cairan gula hingga bisa menjadi pupuk kompos.

Sedangkan untuk sampah anorganik dilakukan pemilahan sesuai jenis sampah yang dihasilkan, sehingga hasilnya bisa dijual kembali ke pengepul sampah.

"Rencananya pupuk organik ini akan kami bagikan kepada warga setempat. Bahkan jika pengelolaan sampah ini berhasil, kami akan mengajak warga untuk ikut terlibat dalam pengelolaan samah ini," pungkasnya. [ian]

Sumber: rmol.co


Demikianlah Artikel Grafika Cikole Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis

Sekianlah artikel Grafika Cikole Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Grafika Cikole Sulap Sampah Jadi Bernilai Ekonomis dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/grafika-cikole-sulap-sampah-jadi.html
Powered by Blogger.