Header Ads

Irigasi Dikeringkan, Petani Tak Dapat Bertanam, Bibit Urung Didapat

Irigasi Dikeringkan, Petani Tak Dapat Bertanam, Bibit Urung Didapat - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Irigasi Dikeringkan, Petani Tak Dapat Bertanam, Bibit Urung Didapat, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Irigasi Dikeringkan, Petani Tak Dapat Bertanam, Bibit Urung Didapat
link : Irigasi Dikeringkan, Petani Tak Dapat Bertanam, Bibit Urung Didapat

Baca juga


Irigasi Dikeringkan, Petani Tak Dapat Bertanam, Bibit Urung Didapat

Kepala Dinas Pertanian Pemkab Dharmasraya Darisman menyebut, pasca-pengeringan irigasi utama awal Juni lalu, petani jadi menderita. Sebab irigasi alat vital yang mengaliri areal persawahan masyarakat seluas 3.801 dari 6.669 hektare (ha) luas sawah di Kabupaten Dharmasraya.

“Saat ini saja, petani sudah kesulitan. Jika tak segera diperbaiki dalam waktu dekat, maka akan berdampak pada target luas tambah tanam (LTT) padi di Dharmasraya,” tegas Darisman seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group).

Sekadar diketahui, target awal LTT di Kabupaten Dharmasraya 16.000 hektare, sementara yang baru terealisasi 6.500 hektare. Meski begitu, Dinas Pertanian terus mengarahkan petani menanam padi di lahan kering atau padi gogo rancah agar LTT dapat sedikit dipertahankan. “Kami akan usahakan kerja sama dengan pihak Balai Pengkajiaan Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sumbar,” kata Darisman.

Apabila kerja sama tersebut berjalan, kata Darisman, bisa dilakukan pembangunan demplot pengembangan padi gogo rancah di Dharmasraya. “Kami sudah ajukan permintaan bantuan bibit padi gogo rancah (invago) ke Kementerian Pertanian (Kementan) dan dijanjikan bantuan untuk seluas 1.200 hektare. Ini untuk antisipasi pengeringan irigasi,” jelasnya.

Atas kondisi ini, kata Darisman, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar membatalkan bantuan bibit invago seluas 1.278 hektare untuk Dharmasraya. Padahal sebelumnya Direktur Pembenihan Tanaman Pangan sudah menyetujui.

“Dengan alasan LTT di Dharmasraya tidak ada, bantuan bibit invago dibatalkan. Padahal tidak tercapainya target LTT disebabkan kekeringan akibat penutupan pintu bendungan irigasi Batang Hari,” ungkap Darisman.

Terpisah, Kasatker Balai Wilayah Sungai Sumatera V Ibdillah menyebutkan, pengeringan Irigasi Batang Hari di Dharmasraya karena ada perbaikan berat. Pekerjaan sesuai kontrak kerja dilaksanakan selama lima bulan. Karena ini kebutuhan petani, maka pekerjaan empat bulan sudah bisa rampung dan irigasi bisa dialiri air kembali.

“Sebenarnya Oktober 2017 baru bisa digunakan, sehubungan pekerjaan dikebut September 2017 sudah selesai. Untuk mengerjakan irigasi tersebut pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera V sudah melapor kepada Bupati Dharmasraya. Selanjutnya disosialisasikan dengan petani,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi tidak terjadi kekeringan, maka tetap dilakukan pengairan pengelak, yaitu air tetap mengalir, tapi tidak sebanyak irigasi Batang Hari.

“Dari survei, sewaktu dilakukan pekerjaan pas waktu petani sedang melakukan penanaman palawija dan selesai panen padi. Mudah-mudahan cepat selesai, masyarakat petani juga bisa mendapatkan air seperti biasa,” harapnya.

(iil/jpg/JPC)
Sumber: jawapos.com


Demikianlah Artikel Irigasi Dikeringkan, Petani Tak Dapat Bertanam, Bibit Urung Didapat

Sekianlah artikel Irigasi Dikeringkan, Petani Tak Dapat Bertanam, Bibit Urung Didapat kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Irigasi Dikeringkan, Petani Tak Dapat Bertanam, Bibit Urung Didapat dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/irigasi-dikeringkan-petani-tak-dapat.html
Powered by Blogger.