Kasihan, Janda Tua ini Bersimbah Darah di Rumahnya
Judul : Kasihan, Janda Tua ini Bersimbah Darah di Rumahnya
link : Kasihan, Janda Tua ini Bersimbah Darah di Rumahnya
Kasihan, Janda Tua ini Bersimbah Darah di Rumahnya
Rupanya, saksi ini tidur berpisah dengan korban Satina. Sari yang tidur di ruang tamu sempat mendengar kegaduhan di dalam kamar korban. Saat ditemukan, posisi korban tertelungkup dengan luka cukup parah di bagian kepala. Diduga kuat, korban meninggal karena dibunuh. Sumber Jawa Pos Radar Jember di lokasi kejadian menyebut, korban selama ini hanya tinggal bersama ibu kandungnya, Sari, yang sudah tua. Malam itu, korban tidur di kamar belakang dekat kandang sapi. Sementara Sari, (ibunya, Red) tidur di kursi panjang di ruang tamu.
Tiba-tiba saja, Sari terjaga karena ada suara gaduh. Dia langsung berdiri dan hendak menuju kamar belakang tempat korban tidur. Saat akan menuju kamar itu, Sari melihat ada orang yang lari di depannya. Sementara di depan rumahnya, berdiri seseorang lagi yang tak jelas identitasnya. Tanpa menghiraukan orang itu, Sari bergegas menuju kamar korban.
Saat itulah, dia melihat korban dalam posisi tertelungkup di tanah dalam kamar. Sari langsung memeluk korban sambil berteriak minta tolong. Namun karena rumah mereka terisolasi di tengah tegalan tebu, teriakan itu tidak ada yang mendengar. Rumah terdekat korban jaraknya sekitar setengah ki lometer.
Akhirnya, Sari berjalan kaki untuk membangunkan warga terdekat sekaligus minta per tolongan. “Saya dibangunkan (Sari, Red) sekitar pukul 02.00 dini hari bersama tetangga lain. Kemudian saya langsung menuju ke sini (lokasi pembunuhan),” kata Abdur Rohman, perangkat desa setempat. Untuk menuju rumah korban, Abdur Rohman harus berjalan me lewati tegalan tebu dengan jalan setapak berliku-liku yang jauh dan gelap. ”Saat dilapori Sari, saya masih khawatir. Karena takut pelaku masih ada di sekitar TKP. Korban ini hanya hidup ber dua. Tidak punya tetangga, karena rumahnya tersembunyi di tengah tegalan,” ujarnya.
Saat tiba di rumah korban itulah, lanjut Abdur Rohman, mayat korban posisinya miring dan di peluk Sari. “Kemudian tubuh kor ban saya balik, ternyata kepala bagian belakang luka parah. Darah menggenang di tanah,” sambung nya. Saat itu juga, Abdur Rohman langsung melapor ke Polsek Sumberbaru. Namun sebelum petugas tiba di lokasi, be berapa warga sudah menggotong mayat korban. “Saya cuma disuruh mengangkat mayatnya sama orang-orang, Pak. Katanya nggak tega sama Bu Sari yang meluk-meluk anaknya itu (korban, Red),” ungkap Ida, 50, tetangga korban yang ikut menggotong mayat korban.
Setelah petugas datang, mayat itu langsung dibawa ke RSD dr Soebandi Jember, untuk diotopsi. Menurut Ida, rumah korban ini memang jauh dari pemukiman warga lainnya. Untuk menuju TKP saja, petugas harus berjalan kaki sekitar 500 meter. Di belakang rumah penuh tanaman tebu, dan samping rumahnya terdapat sungai kecil. Belum diketahui secara resmi, motif pembunuhan itu.
Sampai sore Senin, petugas identifikasi dari Polres Jember masih melakukan olah TKP. Polisi mengaman kan sebuah tongkat kecil dengan panjang sekitar 1 meter lebih. Tongkat itu ditemukan di bawah dipan ruang depan, dan terdapat bercak darah. Selain itu, petugas menemukan bangkai ayam yang dikubur persis di depan pintu ru mah korban.
Kapolsek Sumberbaru AKP Edy Sudarto mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. “Kami masih belum bisa mendugaduga motif dari dugaan pembunuh an ini. Saat ini, kami masih fokus melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari saksi-saksi,” ungkap Edy. Dari hasil visum, korban mengalami luka di kepala. Luka itu seperti sabetan dari benda tumpul. Selain itu, wajah korban ini ada luka memar, dan luka seperti kuku di bawah leher. Tak hanya itu, baju korban juga robek. “Mungkin korban ini sempat diseret sampai bajunya robek,” pungkas Edy. (jum/rul/c1/hdi/JPG)
Demikianlah Artikel Kasihan, Janda Tua ini Bersimbah Darah di Rumahnya
Anda sekarang membaca artikel Kasihan, Janda Tua ini Bersimbah Darah di Rumahnya dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/kasihan-janda-tua-ini-bersimbah-darah.html
Post a Comment