Kesaksian Rekan: Mulyadi Sudah Fanatik ISIS Sejak 2016
Judul : Kesaksian Rekan: Mulyadi Sudah Fanatik ISIS Sejak 2016
link : Kesaksian Rekan: Mulyadi Sudah Fanatik ISIS Sejak 2016
Kesaksian Rekan: Mulyadi Sudah Fanatik ISIS Sejak 2016
JawaPos.com - Penyidik dari Detasemen Khusus 88 Polri masih mendalami peran Mulyadi dalam aksi teror yang menyebabkan dua anggota Brimob tertusuk pada Jumat (30/6) malam di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejumlah saksi, mulai dari kakak ipar, kakak kandung hingga rekan lamanya diperiksa secara bergantian.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, kakak kandung pelaku yakni Nismardani, dia berkomunikasi terakhir dengan Mulyadi pada 28 Juni 2017. "Mulyadi mengaku belum mendapatkan teman untuk mudik. Sebelumnya tanggal 25 Juni dia pamit untuk mudik, tapi ke Jakarta dulu," kata dia, Minggu (2/7).
Penyidik kata Rikwanto juga memeriksa Angga yang telah mengenal Mulyadi semenjak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). "Pada 25 Juni 2017 sekitar pukul 17.30 WIB, Angga menjemput Mulyadi di Cawang dan kemudian membawanya ke kosan di Kalibata," sambung dia.
Dari keterangan Angga, selama di indekos itu, Mulyadi mulai memperlihatkan video tentang ISIS dan mengenai jihad. "Selama dua hari Mulyadi tinggal di kosan itu hanya menceritakan mengenai ISIS dan jihad," tambah mantan Kapolres Klaten ini.
Lalu pada tanggal 26 Juni, Mulyadi kata Rikwanto minta diantarkan ke Stasiun Palmerah. Di sana dia ingin bertemu dengan temannya dari Padang Panjang.
"Kemudian kami memeriksa Zulkifli yang juga rekan Mulyadi. Dia telah saling kenal sejak 2012, dan tinggal satu kosan pada tahun 2014," kata Rikwanto.
"Zulkifli melihat keanehan dari perilaku Mulyadi sejak sekitar akhir tahun 2016, Mulyadi memperlihatkan materi mengenai ISIS, jihad, hijrah ke Filipina Selatan dengan tujuan untuk syahid," papar Rikwanto.
Konten yang dipertontonkan Mulyadi diketahui didapat dari website radikal maupun grup messenger radikal. "Mulyadi datang ke kiosnya (Zulkifli) di Bojong Gede pada tanggal 26 Juni 2017 sekitar pukul 17.00 WIB dan kemudian tinggal selama empat hari," tambahnya.
Selama empat hari itu, Mulyadi kebanyakan bermain dengan handphonenya ketimbang berkomunikasi secara langsung. "Dari hasil penelusuran terhadap barang bukti digital yang ditemukan pada TKP, diketahui belum terdapat koneksitas dari Mulyadi dengan kelompok jaringan teror yang ada di Indonesia. Namun terdapat materi radikal, yang diduga diperoleh dari grupmessenger radikal," tukas dia. (elf/JPG)
Sumber: jawapos.comDemikianlah Artikel Kesaksian Rekan: Mulyadi Sudah Fanatik ISIS Sejak 2016
Anda sekarang membaca artikel Kesaksian Rekan: Mulyadi Sudah Fanatik ISIS Sejak 2016 dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/kesaksian-rekan-mulyadi-sudah-fanatik.html
Post a Comment