Header Ads

KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Duplikasi Wayang Beber Masih Swadaya

KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Duplikasi Wayang Beber Masih Swadaya - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Duplikasi Wayang Beber Masih Swadaya, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Duplikasi Wayang Beber Masih Swadaya
link : KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Duplikasi Wayang Beber Masih Swadaya

Baca juga


KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Duplikasi Wayang Beber Masih Swadaya

Kesenian tradisional Gunungkidul berupa wayang beber
Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Seni Pertunjukkan wayang beber yang ada di Kabupaten Gunungkidul terancam punah karena semakin jarang dipentaskan. Namun demikian Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul belum memiliki upaya khusus untuk melestarikannya.


Baca Juga : KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Belum Ada Upaya Khusus Lestarikan Wayang Beber


Saat ini wayang beber asli satu-satunya yang ada di Gunungkidul masih tersimpan rapi di kediaman Rubiyem, di Desa Bejiharjo. Rubiyem merupakan generasi ke-14 pemilik wayang beber yang diperkirakan pertama kali dibuat pada 1735.



Salah seorang anak Rubiyem, Wisto Utomo, mengatakan wayang beber asli terbuat dari kulit kayu yang tidak diketahui namanya masih tersimpan baik di rumahnya. Memang dalam beberapa bagian sudah robek saat dimainkan beberapa waktu lalu. Agar kelembapannya terjaga, wayang yang tersimpan dalam kotak kecil sepanjang hampir 1,5 meter diberi bulu merak.


Dan untuk menjaga agar wayang tersebut tidak rusak, delapan gulung naskah gambar wayang beber akhirnya di duplikasi beberapa waktu lalu. Duplikasi yang dilakukan oleh salah seorang dosen dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memakan waktu sekitar satu tahun. “Wayang Duplikat dibuat menggunakan kertas biasa,” katanya.


Dia mengakui selama ini tidak ada dukungan dari pemerintah, dalam upaya pelestarian wayang beber. Termasuk untuk membiayai duplikasi wayang beber, dialakukan secara swadaya. Beberapa kali sempat mengajukan bantuan kepada pemerintah namun belum pernah ada realisasi.


Teranyar, dirinya mengajukan bantuan untuk pengadaan gamelan dan juga biaya regenerasi dalang, namun belum mendapatkan hingga sekarang. Dia menyadari memang dirinya masih terbentur aturan yang mengharuskannya mendirikan sebuah badan hukum untuk dapat mendapatkan bantuan atau hibah dari pemerintah.


“Semoga wayang beber sebagai warisan nenek moyang tidak hilang karena minimnya perhatian dari pemerintah, dan keluarga kami juga bisa menjaganya,” ujar Wisto, Jumat (28/7/217)

<!---->
OMEGA COM SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI
<!--
--> Sumber: solopos.com


Demikianlah Artikel KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Duplikasi Wayang Beber Masih Swadaya

Sekianlah artikel KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Duplikasi Wayang Beber Masih Swadaya kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel KESENIAN TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Duplikasi Wayang Beber Masih Swadaya dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/kesenian-tradisional-gunungkidul.html?m=0
Powered by Blogger.