Ketika Anak dan Remaja Menjadi Pelaku Bullying
Judul : Ketika Anak dan Remaja Menjadi Pelaku Bullying
link : Ketika Anak dan Remaja Menjadi Pelaku Bullying
Ketika Anak dan Remaja Menjadi Pelaku Bullying

Ketika Anak dan Remaja Menjadi Pelaku Bullying (Depositphotos)
AURA.CO.ID - Kasus bullying atau perundungan di kalangan pelajar terus terjadi.
Belakangan publik dibuat geram oleh dua kasus perundungan.
Pertama aksi yang dilakukan siswa SMP di Thamrin City, Jakarta, di mana korban dijambak, dipukul, hingga disuruh mencium tangan dan bersujud kepada para pelaku untuk meminta maaf.
Yang tak kalah memilukan, perundungan terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus yang terjadi di Universitas Gunadarma, Depok. Dalam rekaman video yang menjadi viral diperlihatkan seorang mahasiswa menarik tas mahasiswa berkebutuhan khusus yang berinisial MF, sementara mahasiswa lain menontonnya sambil tertawa.
Melihat dua kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa perundungan bisa terjadi di segala usia dan jenjang pendidikan. Anak-anak SD, SMP, SMA hingga mahasiswa bisa berbuat begitu kejam pada teman seusianya. Mereka seolah tidak peduli dampak yang dirasakan korban perundungan. Apa yang membuat seseorang menjadi perundung?
Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. Psi., memaparkan pelaku perundungan adalah mereka yang tidak memiliki rasa empati berempati. Mereka menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya.
“Tiap pelaku punya latar belakang yang berbeda. Mereka terbiasa mendapatkan apa yang diinginkan dan mementingkan kuasa untuk mengendalikan situasi,” urai Vera.
Psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli atau Vera, dalam siaran langsung di akun Instagram pribadinya, Selasa (18/7) malam, menyatakan, kurangnya kecerdasan emosi pada seseorang dapat memicu munculnya perilaku perundungan.
“Mereka tidak pandai mengenali emosi yang ada dalam diri mereka juga orang lain. Ini membuat mereka kurang empati terhadap orang lain sehingga bisa timbul perilaku perundungan,” ungkap Roslina.
Ketika Anak dan Remaja Menjadi Pelaku Bullying (Depositphotos)
Di samping itu lingkungan dapat memberikan pengaruh besar pada perilaku anak. Pengasuhan otoriter yang selalu menekan anak memungkinkan anak menjadi pemberontak. Mereka dikatakan Vera mencoba menguasai orang lain dengan menjadi pelaku perundungan di luar rumah.
“Bisa juga anak korban perundungan di rumah. Misal oleh kakak-kakaknya,” urai Vera.
Pengaruh tontonan turut berpengaruh dalam membentuk karakter anak menjadi pelaku perundungan.
“Tontonan berbau kekerasan membuat anak terbiasa dan menganggap hal itu wajar terjadi dalam keseharian. Anak juga belajar bahwa kekerasan adalah cara mendapatkan kuasa atau apa pun yang ia mau,” tambah Vera.
(riz / gur)
Demikianlah Artikel Ketika Anak dan Remaja Menjadi Pelaku Bullying
Anda sekarang membaca artikel Ketika Anak dan Remaja Menjadi Pelaku Bullying dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/ketika-anak-dan-remaja-menjadi-pelaku.html
Post a Comment