Langit Pelabuhan Tanjung Adikarto Bertabur Lampion Terbang
Judul : Langit Pelabuhan Tanjung Adikarto Bertabur Lampion Terbang
link : Langit Pelabuhan Tanjung Adikarto Bertabur Lampion Terbang
Langit Pelabuhan Tanjung Adikarto Bertabur Lampion Terbang

TERBANGKAN LAMPION: Para pengunjung menerbangkan lampion dalam Festival Lampion Tanjung Adikarto Fair di Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto di Pantai Karangwuni, Desa Karangwuni, Wates, Kulonprogo, Sabtu (1/7). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
KULONPROGO, suaramerdeka.com – Lampion terbang bertebaran menyemarakkan langit Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto di Pantai Karangwuni, Desa Karangwuni, Wates, Kulonprogo, Sabtu (1/7) malam. Festival lampion terbang tersebut merupakan puncak acara Tanjung Adikarto Fair yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Adikarto Manunggal Desa Karangwuni.
Rangkaian event Tanjung Adikarto Fair dimulai sejak malam takbir lalu dan berlangsung selama sepekan. Selain Festival Lampion, agenda lainnya yakni gema takbir disertai pesta kembang api dan penerbangan ratusan lampion, pentas seni jatilan, angguk, organ tunggal, dan puncaknya parade band serta Festival Lampion (Night Sky Lantern Festival) pada Sabtu (1/7) malam.
“Festival Lampion berjalan cukup suskses dengan pengunjung juga cukup banyak, partisipasi pengunjung sangat antusias, kami menyediakan untuk pengunjung 500 lampion juga habis, dan panitia juga membakar sekitar 500, jadi ada sekitar 1000 lampion,” kata Sekretaris II Pokdarwis Adikarto Manunggal, Karwa Azis Purwanto.
Dengan antusiasnya masyarakat terhadap Tanjung Adikarto Fair, Pokdarwis berencana menjadikannya sebagai agendakan tahunan. Meski demikian, penyelenggaraan festival lampion akan dievaluasi terlebih dulu karena terkait dengan regulasi keamanan penerbangan pesawat. “Terkait regulasi, kalau diizinkan melihat antusias masyarakat bisa dijalankan lagi. Kemarin panitia meminta izin instansi terkait dan koordinasi dengan Satradar Congot, menyarankan penerbangan lampion jam 23.00 ke atas setelah tidak ada penerbangan pesawat,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Karwa, penerbangan lampion juga perlu memperhatikan kondisi cuaca. Karena jika kondisi angin kencang dan tidak teratur maka penerbanban lampion tidak bisa berjalan maksimal. “Memang karena terkendala cuaca, angin, banyak lampion yang tidak bisa maksimal,” tuturnya.
Selama penyelenggaraan Tanjung Adikarto Fair, lanjut Karwa, jumlah pengunjung ke Pelabuhan Tanjung Adikarto dan kawasan Pantai Karangwuni sekitar 500-700 orang per hari. Diakuinya, kondisi pantai saat ini memang masih panas sehingga lebih banyak pengunjung yang datang pagi dan sore hari. Untuk itu Pokdarwis juga sudah melakukan penanaman tanaman perindang di kawasan pantai.
“Setelah evaluasi akan kami laporkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan menindaklanjuti rencana tindak lanjut pengelolaan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto dan Pantai Karangwuni,” katanya.
Karwa menambahkan, dalam waktu dekat Pokdarwis akan mempersiapkan peringatan hari nusantara atau among tani dagang layar, kemudian setelah itu event rutin lomba mancing. “Di 2018 insyaAllah juga akan mengadakan event, tapi akan evaluasi dulu dari yang sudah berjalan,” imbuhnya.
Salah satu pengunjung, Hani, mengaku sengaja datang ke kawasan pelabuhan untuk menikmati suasana pantai dan melihat Festival Lampion. “Unik juga, di pelabuhan ada penerbangan lampion,” katanya.
(Panuju Triangga/CN38/SM Network)
Sumber: suaramerdeka.comDemikianlah Artikel Langit Pelabuhan Tanjung Adikarto Bertabur Lampion Terbang
Anda sekarang membaca artikel Langit Pelabuhan Tanjung Adikarto Bertabur Lampion Terbang dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/langit-pelabuhan-tanjung-adikarto.html?m=0
Post a Comment