Ngeri! Ada Retak di Jembatan Mahkota, Padahal Baru Sepekan Uji Coba
Judul : Ngeri! Ada Retak di Jembatan Mahkota, Padahal Baru Sepekan Uji Coba
link : Ngeri! Ada Retak di Jembatan Mahkota, Padahal Baru Sepekan Uji Coba
Ngeri! Ada Retak di Jembatan Mahkota, Padahal Baru Sepekan Uji Coba
Sejumlah foto keretakan jembatan terpanjang di Kota Tepian itu viral di media sosial Facebook dan Instagram. Salah satu pemilik akun Facebook bernama Firdaus Baihakki meng-upload foto Jembatan Mahkota II kemarin (1/7).
Dalam caption foto tersebut tertulis, “Jembatan yang bagus, tapi dilihat dari bawahnya ini, hati-hati untuk penggunanya. Jangan sampai tragedi jembatan di Tenggarong terulang lagi (26 November 2011). Mudahan saja ada yang bisa menjelaskan.” Firdaus juga menampilkan foto-foto jembatan yang tampak retak tersebut.
Retak di Jembatan Mahkota II, Samarinda, Kaltim.
(Firdaus Baihakki for Kaltim Post/JawaPos.com)
Dikonfirmasi Kaltim Post, Firdaus mengaku mengabadikan foto jembatan yang retak itu pada 27 Juni 2017 lalu. “Waktu itu saya menyusuri Sungai Mahakam. Tak sengaja melihat Jembatan Mahkota ada yang retak. Terus saya foto,” ungkapnya.
Dimintai tanggapan terkait kondisi Jembatan Mahkota II, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim Muhammad Taufik menyatakan, proyek tersebut murni menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda.
Namun, dia memberi rekomendasi agar pihak terkait di Pemkot Samarinda segera mengambil tindakan. Seperti memeriksa langsung bentang jembatan yang diduga retak. “Hasilnya laporkan ke Komisi Keselamatan Jembatan di kementerian. Nanti diputuskan boleh dilintasi atau ditutup sementara,” ujar Taufik ditemui di Lamin Etam, Kompleks Kegubernuran Kaltim Sabtu (1/7).
Dikatakan, jika yang mengalami kerusakan merupakan proyek Dinas PUTRPR Kaltim, pihaknya bakal melakukan hal serupa. Ada bidang khusus yang memeriksa struktur dari proyek yang sedang dikerjakan maupun sudah terbangun.
Jika berbahaya, maka mesti ditutup untuk dilakukan perbaikan karena bentang jembatan lebih dari 400 meter merupakan tanggung jawab Kementerian PUPR. Jadi, apapun keputusan yang diambil mesti dikonsultasikan terlebih dahulu. “Ditutup dulu atau tidak Jembatan Mahkota II, tunggu instruksi pusat,” jelasnya.
Sementara itu, pengamat konstruksi Awang Dharma Bakti menyebut, kondisi Jembatan Mahkota II yang mengalami kerusakan menurutnya wajar. Jembatan itu sudah terlalu lama. Sekira 13 tahun sejak konstruksi awal dikerjakan. Sehingga ada konstruksi yang rapuh dan mengakibatkan kerusakan. “Lain kasus kalau bentang jembatannya sudah diselesaikan lebih dulu,” sebut dia.
Ia menegaskan, mestinya jembatan bisa selesai lebih cepat karena dulunya terbuka lebar peluang menyelesaikan jembatan dengan kucuran APBN. Kementerian bersedia mengucurkan dana hanya dengan syarat Pelabuhan Samarinda di Jalan Yos Sudarso dipindahkan ke Palaran dengan segera. Sehingga suplai sembilan kebutuhan barang pokok yang diangkut menggunakan kapal tidak terkendala bentang jembatan.
Jembatan Mahkota II, lanjut dia, juga perlu kehati-hatian sebelum dibuka untuk umum. Pemkot harus memastikan semua pengujian kelayakan jembatan dilintasi warga bisa lolos. Jika tidak, nyawa warga terancam.
“Cukup Jembatan Kartanegara di Kutai Kartanegara saja yang menjadi pelajaran. Jangan ada lagi kasus yang sama di Samarinda. Saya sebagai orang teknis sangat khawatir dengan jembatan ini. Tapi, kalau ada rekomendasi resmi dari ahli berarti jembatan oke saja," ungkap mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim itu. “Jembatan Mahkota II pasti ada masalah. Jadi, harus ditutup, karena nyawa manusia taruhannya,” sambungnya.
Diketahui, Jembatan Kutai Kartanegara sempat ambruk pada 26 November 2011 lalu. Namun, pada 2013, jembatan ini kemudian dibangun kembali di lokasi yang sama. Pada 8 Desember 2015, jembatan di Tenggarong itu resmi dibuka untuk umum.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengaku, belum menerima informasi jembatan yang retak tersebut. “Kebetulan saya masih di Surabaya,” ujarnya melalui ponsel pribadinya.
Ia belum bisa berkomentar banyak. Wakil Wali Kota dua periode itu menyarankan mengonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hero Mardanus. “Sebab hal seperti ini mesti dijelaskan oleh pihak yang berkompeten agar tak salah arti,” ujarnya.
Nusyirwan meneruskan, dari proses yang dia tahu Jembatan Mahkota II sedang menjalani masa uji coba selama tiga pekan. Seminggu sebelum Lebaran hingga H+14 Idulfitri. Nanti akan ditutup kembali. “Sampai memenuhi syarat dari tim di Kementerian PUPR,” ujarnya. Bila ternyata benar ada retakan, dan hal itu membahayakan, kemungkinan masa uji akan diakhiri sebelum H+14 Idulfitri. “Pasalnya, sangat membahayakan,” ungkapnya.
Menanggapi viralnya foto yang memperlihatkan keretakan Jembatan Mahkota II, jelang tengah malam tadi, Pemkot Samarinda melakukan pers rilis. Dalam rilis tersebut, Kepala Dinas PUPR Samarinda Hero Mardanus langsung menurunkan tim teknis tadi malam untuk mengecek jembatan.
Hero mengatakan, berdasar laporan jajarannya, ada beberapa bagian di foto berbeda dengan yang berada di Jembatan Mahkota II. Ia menyebut, bagian tersebut bernama angkur. Menurutnya, angkur di foto dan di lapangan bentuknya berbeda. Namun, lanjut Hero, untuk lebih memastikan lagi, tim akan kembali meninjau lapangan. (*/him/*/fch/rom/k11/fab/JPG)
Demikianlah Artikel Ngeri! Ada Retak di Jembatan Mahkota, Padahal Baru Sepekan Uji Coba
Anda sekarang membaca artikel Ngeri! Ada Retak di Jembatan Mahkota, Padahal Baru Sepekan Uji Coba dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/ngeri-ada-retak-di-jembatan-mahkota.html
Post a Comment