Header Ads

Tak Perlu Dibaiat, Cukup Lewat Medsos Seseorang Bisa Jadi Lone Wolf

Tak Perlu Dibaiat, Cukup Lewat Medsos Seseorang Bisa Jadi Lone Wolf - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Tak Perlu Dibaiat, Cukup Lewat Medsos Seseorang Bisa Jadi Lone Wolf, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tak Perlu Dibaiat, Cukup Lewat Medsos Seseorang Bisa Jadi Lone Wolf
link : Tak Perlu Dibaiat, Cukup Lewat Medsos Seseorang Bisa Jadi Lone Wolf

Baca juga


Tak Perlu Dibaiat, Cukup Lewat Medsos Seseorang Bisa Jadi Lone Wolf


Ilustrasi teroris berkategori lone wolf.
(rmol)

JawaPos.com - Mulyadi, anak muda yang melakukan aksi penusukan terhadap dua anggota Brigade Mobil (Brimob) di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6) tergolong Lone Wolf atau Serigala Tunggal. 

Kategori lone wolf atau pelaku teror tunggal itu dibenarkan oleh Analis terorisme dari Universitas Indonesia (UI), Al Chaidar.

“Ia Mulyadi itu sel tunggal atau Lone wolf," jelas Al Chaidar.

Menurutnya, secara ideologi Lone Wolf memiliki paham yang agak berbeda. Khususnya, terkait fanatisme agama yang mereka anut.

"Mereka memandang, merekalah yang paling islami, paling benar, paling lurus. Agama yang mereka anut sangat berbeda dengan agama mayoritas," jelasnya.

Senada dengan Al Chaidar, Mantan ketua Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai pernah menjelaskan, 

lone wolf biasanya dibentuk melalui media sosial (medsos) dengan berbagai propaganda yang diproduksi oleh kelompok radikal-teroris.

Karena, kata Ansyaad, untuk menjadi radikal mereka tidak perlu bertemu seseorang atau kelompok serta tidak perlu datang ke suatu tempat untuk berbaiat. 

“Kalau sekarang cukup melalui gadget yang terkoneksi internet, mereka bisa sangat mudah teradikalisasi," kata Ansyaad di Jakarta.

Ansyaad juga mengakui, kelompok radikal sangat lihai memainkan propaganda melalui medsos atau dunia maya. 

“Mereka menjerat pengikutnya dengan racun pemikiran, semisal dengan diberikan tayangan video kejadian mengerikan di Timur Tengah dan beberap wilayah lain,” paparnya.

Menurut mantan Kapolda Sumatera Utara ini,

terjadinya lone wolf tidak lepas dari banyaknya aksi-aksi terorisme berkelompok yang cepat terungkap polisi.

“Para teroris itu berpikir aksi kelompok akan lebih mudah dideteksi aparat keamanan dibandingkan dengan aksi tunggal,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pada 2016 saja, tercatat tiga aksi lone wolf . Diawali aksi penyerangan Mapolresta Solo, kemudian penyerangan pendeta di sebuah gereja di Medan, dan terakhir penyerangan petugas kepolisian di Tangerang.

Untuk mendeteksi sekaligus mencegah terjadinya lone wolf, Ansyaad menegaskan agar upaya-upaya penindakan secara fisik harus lebih digencarkan.

Selain itu, juga harus diwaspadai para jihadis dan Foreign Terrorist Fighter (FTF), para pengikut ISIS asal Indonesia yang pulang dari Suriah dan Irak.

"Dari informasi yang saya dapat, sudah lebih dari 50 FTF yang kembali ke Indonesia. Ini harus diantisipasi,” kata 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga sempat khawatir terhadap aksi Lone Wolf

Dalam pernyataannya akhir tahun lalu, Tito mengatakan, pelaku teror tipe Lone Wolf  bergerak sendiri. Mereka juga mempelajari semua teknis dan persiapan secara otodidak, termasuk menyiapkan rencana operasi dan target eksekusi.

"Memang jarang terjadi, dan impact (dampak)-nya kecil," kata mantan Kapolda Papua itu.

Sedangkan, untuk tipe teroris yang berbentuk jaringan akan lebih mudah ditelusuri karena saling berkaitan. 

Namun, ada juga yang berusaha menghindari deteksi intelijen dengan menggunakan metode tertentu. 

Mereka, kata Tito, memodernisasi sistem komunikasi sehingga dapat luput dari deteksi intelijen. Contohnya dilakukan pelaku peledakan bom di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016. (jar/dms/JPG)

Alur Cerita Berita


Rekomendasi Untuk Anda


Sumber: jawapos.com


Demikianlah Artikel Tak Perlu Dibaiat, Cukup Lewat Medsos Seseorang Bisa Jadi Lone Wolf

Sekianlah artikel Tak Perlu Dibaiat, Cukup Lewat Medsos Seseorang Bisa Jadi Lone Wolf kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tak Perlu Dibaiat, Cukup Lewat Medsos Seseorang Bisa Jadi Lone Wolf dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/tak-perlu-dibaiat-cukup-lewat-medsos.html?m=0
Powered by Blogger.