Terobosan Bekraf Majukan Usaha Ekonomi Kreatif Lewat Buku
Judul : Terobosan Bekraf Majukan Usaha Ekonomi Kreatif Lewat Buku
link : Terobosan Bekraf Majukan Usaha Ekonomi Kreatif Lewat Buku
Terobosan Bekraf Majukan Usaha Ekonomi Kreatif Lewat Buku
Buku yang terdiri dari sembilan judul itu diluncurkan pada acara peluncuran sekaligus talkshow Peluncuran Buku Panduan Pendirian Usaha Bidang Ekonomi Kreatif, Senin (31/7). Buku- buku panduan usaha bidang ekonomi kreatif itu disusun secara spesifik berdasarkan minat, seperti panduan pendirian usaha kriya batik, fashion muslim, kuliner soto, game digital, dan pengembangan aplikasi digital.
“Bekraf berupaya seoptimal mungkin dalam mendorong pengembangan usaha ekonomi kreatif. Salah satunya dengan mengupayakan penyusunan buku panduan pendirian usaha ekonomi kreatif,” kata Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Bekraf dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang sudah sejak lama memberikan perhatian dalam pengembangan kewirausahaan. Buku panduan ini dibuat selengkap dan sesederhana mungkin mulai dari peluang usaha, permodalan, manajemen produksi dan SDM, keuangan dan pemasaran, hingga legalitas dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dikemas menjadi sebuah referensi yang mudah dimengerti dan diterapkan oleh siapapun yang ingin memulai usaha. Pada hakikatnya HKI-lah yang membedakan ekonomi kreatif dengan ekonomi komoditas.
“Pemahaman yang baik terhadap perlindungan HKI dalam pengembangan wirausaha ekonomi kreatif pun tidak kalah penting. Perlindungan HKI merupakan hal yang sangat penting dalam pengembangan wirausaha ekonomi kreatif, oleh karena itu sebelum memulai dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif, para pelaku ekonomi kreatif perlu meningkatkan pemahaman terlebih dahulu terhadap HKI ini,” jelas Ricky.
Ricky menjelaskan munculnya pelaku wirausaha baru dapat memberikan energi bagi pertumbuhan ekonomi, mulai dari terbukanya akses lapangan kerja baru, meningkatnya daya saing pasar dan tentunya memberi kesempatan bagi produk lokal untuk tumbuh. Untuk itu, akses terhadap informasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan tumbuhnya usaha-usaha baru tersebut. Bekraf tidak hanya menyediakan buku panduan ini dalam bentuk buku cetak, tetapi juga dalam format buku elektronik atau e-book.
“Diperlukan sebuah sinergi dari berbagai pihak untuk membentuk ekosistem yang mampu mendorong para calon wirausaha untuk memulai usaha mereka. Melalui buku panduan ini, Bekraf mengharapkan masyarakat dapat memiliki kemudahan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan, khususnya seputar pendirian usaha bidang ekonomi kreatif,” paparnya.
Salah satu pengusaha kuliner yang hadir dalam acara tersebut yakni Masbukin. Dia merupakan Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia. Masbukin juga memiliki usaha soto Lamongan dan rumah makan Ayam Jantan. Baginya, ada beberapa kesulitan yang dihadapi para pelaku ekonomi kreatif dalam memulai dan mengembangkan usaha.
“Pertama adalah modal, itu untukk pengembangan. Tentu mindsetnya berat jika hanya sekadar ingin. Kemudian marketing, meski sudah digital akan tetapi kemampuan SDM masih banyak yang gagap teknologi. Lalu teknologi produksi, hingga pengemasan (packaging),” kata Masbukin.
(ika/JPC)Demikianlah Artikel Terobosan Bekraf Majukan Usaha Ekonomi Kreatif Lewat Buku
Anda sekarang membaca artikel Terobosan Bekraf Majukan Usaha Ekonomi Kreatif Lewat Buku dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/terobosan-bekraf-majukan-usaha-ekonomi.html
Post a Comment