Terungkap, Ini Rute Persinggahan Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob
Judul : Terungkap, Ini Rute Persinggahan Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob
link : Terungkap, Ini Rute Persinggahan Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob
Terungkap, Ini Rute Persinggahan Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob
Anak muda ini juga dalam kesehariannya tidak pernah terlibat dengan organisasi radikal apapun dan aktif di dalamnya. Sebab, hingga saat ini tak ada catatan Mulyadi pernah aktif di sebuah organisai.
Bahkan, diungkapkan oleh Hendriyanto yang merupakan kakak ipar Mulaydi, hampir dua tahun ini, Ia ikut bersamanya di Cikarang, Jawa Barat dan kesehariannya ikut berjualan kosmetik di Pasar Roxy Bekasi.
Lima hari sebelum kejadian penusukan, tepatnya pada tanggal 25 Juni 2017, Mulyadi minta izin pulang kampung ke Padang, Sumatera Barat dan diberikan uang oleh kakak kandungnya Nismardani sebesar Rp 5 juta.
“Uangnya untuk pulang kampung, tapi sebelum pulang, dia hendak ke Jakarta dulu untuk mencari teman pulang bersama-sama," ujar Kepala Biro Penerangan Masyaraka Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto.
Nismardani mengaku dirinya terakhir berkomunikasi dengan sang adik pada 28 Juni 2017.
"Mulyadi mengaku belum mendapatkan teman untuk mudik. Sebelumnya tanggal 25 Juni dia pamit untuk mudik, tapi ke Jakarta dulu," kata dia, Minggu (2/7).
Berangkat dari Cikarang, Mulayadi mengontak temannya, yakni Angga yang sudah saling kenal semenjak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).
"Pada 25 Juni 2017 sekitar pukul 17:30 WIB, Angga menjemput Mulyadi di Cawang dan kemudian membawanya ke kosan di Kalibata," sambung dia.
Angga menuturkan, selama di indekos itu, Mulyadi mulai memperlihatkan video tentang ISIS dan soal jihad.
"Selama dua hari Mulyadi tinggal di kosan itu hanya menceritakan mengenai ISIS dan jihad," imbuh Rikwanto.
Lalu pada tanggal 26 Juni, Mulyadi kata Rikwanto minta diantarkan ke Stasiun Palmerah. Di sana dia ingin bertemu dengan temannya dari Padang Panjang.
"Kemudian kami memeriksa Zulkifli yang juga rekan Mulyadi. Dia telah saling kenal sejak 2012, dan tinggal satu kosan pada tahun 2014," kata Rikwanto.
"Zulkifli melihat keanehan dari perilaku Mulyadi sejak sekitar akhir tahun 2016, Mulyadi memperlihatkan materi mengenai ISIS, jihad, hijrah ke Filipina Selatan dengan tujuan untuk syahid," papar Rikwanto.
Konten yang dipertontonkan Mulyadi diketahui didapat dari website radikal maupun grup messenger radikal.
"Mulyadi datang ke kiosnya (Zulkifli) di Bojong Gede pada tanggal 26 Juni 2017 sekitar pukul 17.00 WIB dan kemudian tinggal selama empat hari hingga tanggal 30 Juni,” tambahnya.
Selama empat hari itu, Mulyadi kebanyakan bermain dengan handphonenya ketimbang berkomunikasi secara langsung.
Namun, dari hasil penelusuran terhadap barang bukti digital yang ditemukan pada TKP, diketahui belum terdapat koneksitas dari Mulyadi dengan kelompok jaringan teror yang ada di Indonesia.
“Namun terdapat materi radikal, yang diduga diperoleh dari grupmessenger radikal," tukas dia.
Soal pisau yag digunakanya untuk menusuk dua anggota Brimob, Mulyadi ternyata mendapatkannya dari online shop.
Saksi kata Rikwanto mengetahui bahwa pelaku membeli sangkur. "Pembelian tiga bulan lalu melalui online shop," pungkasnya. (elf/dms/JPG)
Demikianlah Artikel Terungkap, Ini Rute Persinggahan Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob
Anda sekarang membaca artikel Terungkap, Ini Rute Persinggahan Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/terungkap-ini-rute-persinggahan-mulyadi.html
Post a Comment