Header Ads

Tolak Tawaran Damai, Qatar Tidak Takut dengan Ancaman Saudi

Tolak Tawaran Damai, Qatar Tidak Takut dengan Ancaman Saudi - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Tolak Tawaran Damai, Qatar Tidak Takut dengan Ancaman Saudi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tolak Tawaran Damai, Qatar Tidak Takut dengan Ancaman Saudi
link : Tolak Tawaran Damai, Qatar Tidak Takut dengan Ancaman Saudi

Baca juga


Tolak Tawaran Damai, Qatar Tidak Takut dengan Ancaman Saudi

Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman al Thani menyatakan bahwa daftar permintaan yang diserahkan pada 22 Juni itu sengaja dibuat sedemikian rupa agar ditolak Qatar.

’’Semua orang tahu bahwa tuntutan itu dimaksudkan untuk memangkas kedaulatan negara Qatar, membungkam kebebasan berbicara, serta menerapkan audit dan mekanisme masa percobaan untuk Qatar,’’ ujarnya kemarin. Dia menambahkan, tidak ada seorang pun yang berhak memberikan ultimatum kepada negara yang berdaulat.

Sebanyak 13 permintaan yang diajukan Saudi dan negara-negara sekutunya memang sulit dipenuhi oleh Qatar. Salah satunya adalah untuk menutup Al Jazeera Media Network. Padahal, sejak awal Qatar menegaskan tidak akan bernegosiasi tentang Al Jazeera. Media yang memiliki biro terbanyak kedua di dunia setelah BBC itu tidak boleh diganggu gugat.

Saudi dan negara-negara Teluk lainnya menuding Al Jazeera menyediakan platform untuk para ekstremis. Media yang berbasis di Doha itu juga dituding sebagai alat untuk mengintervensi urusan dalam negeri negara-negara tetangga.

Permintaan lainnya, misalnya menutup pangkalan militer Turki di Qatar, juga tidak bisa dilakukan dalam hitungan hari. Sebab, itu merupakan kerja sama jangka panjang dengan Teheran.

Saudi dan sekutu mengancam bakal menambah sanksi untuk Qatar jika menolak tawaran yang diajukan via Kuwait itu. Tetapi, hingga kini, belum diketahui hukuman tambahan apa yang bakal dijatuhkan ke Qatar.

Syekh Mohammed menegaskan bahwa pihaknya tidak takut dengan ancaman sanksi tambahan itu. Pun jika akhirnya Saudi dan sekutu memilih jalur militer untuk penyelesaian. Yang jelas Qatar masih terbuka jika negara-negara yang memblokadenya saat ini ingin berdialog. Namun, rupanya permintaan tersebut sulit dipenuhi.

Sejak awal Saudi dan para sekutu enggan bernegosiasi dengan Qatar. Sebanyak 13 permintaan yang mereka ajukan juga tidak bisa dinegosiasikan. Begitu tenggat waktu berakhir, tawaran damai hangus dan tidak berlaku lagi.

Salah seorang duta besar UEA untuk Rusia menyatakan bahwa sanksi baru akan meluncur begitu batas akhir sudah habis. Negara-negara Teluk yang kini bermusuhan dengan Qatar bisa meminta partner dagang mereka untuk memilih. Yaitu, bekerja sama dengan Doha atau mereka. Di pihak lain, Menteri Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash berpendapat lain.

’’Alternatifnya bukan meningkatkan sanksi, tetapi perpisahan,’’ ujarnya. Qatar mungkin akan dipaksa keluar dari Dewan Keja Sama Negara Teluk (GCC). Lembaga yang beranggota Arab Saudi, UEA, Kuwait, Qatar, Oman, dan Bahrain itu dibentuk pada 1981 setelah Revolusi Islam Iran dan pecahnya perang Iran-Iraq.

Blokade terhadap Qatar dimulai 5 Juni. Bahrain, Arab Saudi, Mesir, UEA, Yaman, dan pemerintah Libya wilayah timur memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Semua penduduk dan diplomat Qatar diusir. Maskapai penerbangan Qatar juga tidak boleh masuk ke enam negara tersebut.

Penyebabnya adalah komentar dari emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani yang dimuat Al Jazeera. Dia mengkritik kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran dan menyanjung negara syiah tersebut sebagai kekuatan Islam. Qatar mengaku situs kantor berita mereka telah diretas. Tetapi, Saudi dan negara-negara tetangga telanjur berang. Qatar dituding mendukung terorisme.

Kuwait selama ini menjadi mediator bagi Qatar dan negara-negara yang mengisolasinya. Turki dan Iraq juga mendukung Qatar. Semenjak diblokade, Qatar mengimpor bahan pangan dari Iran dan Turki. Menteri Luar Negeri Italia Angelino Alfano menyatakan siap membantu memulihkan kembali hubungan Qatar ddengan negara-negara yang lain. Dia juga meminta Saudi dan sekutu tidak mengambil tindakan lebih jauh yang bisa memperburuk situasi. (Reuters/AFP/Al Jazeera/sha/c4/any)

Sumber: jawapos.com


Demikianlah Artikel Tolak Tawaran Damai, Qatar Tidak Takut dengan Ancaman Saudi

Sekianlah artikel Tolak Tawaran Damai, Qatar Tidak Takut dengan Ancaman Saudi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Tolak Tawaran Damai, Qatar Tidak Takut dengan Ancaman Saudi dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/tolak-tawaran-damai-qatar-tidak-takut.html
Powered by Blogger.