Header Ads

Cerita Mesin Sandi Langka Hasil Rampasan Fretilin

Cerita Mesin Sandi Langka Hasil Rampasan Fretilin - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Cerita Mesin Sandi Langka Hasil Rampasan Fretilin, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cerita Mesin Sandi Langka Hasil Rampasan Fretilin
link : Cerita Mesin Sandi Langka Hasil Rampasan Fretilin

Baca juga


Cerita Mesin Sandi Langka Hasil Rampasan Fretilin

Setyo mengungkapkan pemindahan Museum Sandi ke Kotabaru Yogyakarta bukan tanpa alasan. Pasca-proklamasi kemerdekaan RI, Yogyakarta pernah menjadi ibu kota republik. Lembaga sandi yang berada di bawah Kantor Kementerian Pertahanan berlokasi di Kotabaru.

Kala itu, Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin memerintahkan Roebiono Kertopati untuk membentuk Dinas Kode pada 4 April 1946. Pembentukan Dinas Kode berlatar sulitnya menjaga kerahasiaan informasi karena pola komunikasi tentara Indonesia saat itu mudah dipecahkan.

Setyo menuturkan peran code officer (CDO) atau sandiman tidak banyak diungkapkan dalam sejarah, padahal saat itu mereka berperan cukup penting, termasuk proses diplomasi.

"Peran CDO ketika perang gerilya, misalnya, penangkapan, penyergapan, informasi rahasianya berupa kode, dikirim menggunakan kurir," tuturnya.

Saat Agresi Militer Belanda II, Yogyakarta diserang dan sandiman melakukan long march ke Dekso Kulonprogo. Mereka membagi tugas sampai Jawa Timur dan mendirikan kamar sandi darurat di Dukuh Purworejo, Kulon Progo.

Tujuannya, untuk mengirimkan informasi rahasia kepada kantung gerilya sekaligus sebagai titik pengecekan mengingat banyak orang Indonesia yang menjadi mata-mata Belanda. Diorama aksi para sandiman Indonesia di masa perang kemerdekaan dalam Museum Sandi Yogyakarta. (Liputan6.com/Switzy Sabandar)

Pada Agresi Militer Belanda I 1947, Sukarno menugaskan duta besar dan sandiman ke India, supaya ada orang yang bertugas saat ada pemberitaan internasional.

Demikian pula ketika dunia internasional mengetahui soal Serangan Umum 1 Maret, informasi itu berasal dari kode yang disandikan via Playen-Pemerintahan Darurat RI di Widar Alam Sumatera Barat-Aceh-Rangoon Myanmar-India.

Ketika perundingan Renville, sandiman juga terlibat di Kapal Renville Jakarta, untuk memberi masukan negosiasi. Sandiman juga memberikan sinyal Belanda akan menyerang saat Perundingan Kaliurang dan ternyata informasinya benar ketika meletus Agresi Militer Belanda II.

"Saat ini juga masih ada jejak peninggalan berupa Monumen Sanapati atau Sanata Parokhsarta Bhakti yang artinya mengabdi kepada hal-hal yang bersifat rahasia di Kotabaru," ucap Setyo.

Pada 1950, ibu kota kembali ke Jakarta dan Dinas Kode berganti nama menjadi Djawatan Sandi, lalu berubah menjadi Lembaga Sandi Negara dan pada 2017 berubah menjadi Badan Siber Sandi Negara.

Sumber: liputan6.com


Demikianlah Artikel Cerita Mesin Sandi Langka Hasil Rampasan Fretilin

Sekianlah artikel Cerita Mesin Sandi Langka Hasil Rampasan Fretilin kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Cerita Mesin Sandi Langka Hasil Rampasan Fretilin dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/08/cerita-mesin-sandi-langka-hasil.html
Powered by Blogger.