Sebelum di Pekanbaru, Serda WS Juga Berulah di Tempat Lain
Judul : Sebelum di Pekanbaru, Serda WS Juga Berulah di Tempat Lain
link : Sebelum di Pekanbaru, Serda WS Juga Berulah di Tempat Lain
Sebelum di Pekanbaru, Serda WS Juga Berulah di Tempat Lain
Lulusan Diktuk Ba PK 2011 di Rindam IM itu kerap bermasalah di tempat dia bertugas. Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Abdul Karim menyebut, pada 2012 Serda WS ikut operasi di Papua.
Dia menduga, sekembali dari Papua WS bertingkah lain dengan menunjukkan gejala depresi. "Tahun 2014 dia mulai sakit. Tahun 2015 dia Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI). Dia dijatuhi hukuman kurungan selama 1 bulan 20 hari karena kasus THTI itu," jelas Danrem seperti yang dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (12/8).
Atas kecenderungan depresi yang dialaminya, lantas WS diperiksa dan dirawat di RST Putri Hijau pada tanggal 24 April 2015 sampai 26 April 2015.
"Yang bersangkutan dinyatakan menderita penyakit gangguan kejiwaan (Schizofrenia). Sampai saat ini yang bersangkutan masih berobat jalan," paparnya.
WS usai dinyatakan sakit, dipindahkan ke Korem Padang. Dia tak lagi bertugas di satuan tempur. Di Padang, tak lama setelah pindah dia berulah lagi.
"Di Padang, dia melakukan pemukulan kaca mobil anggota Polantas Polresta Padang karena ditegur saat menerobos lampu merah," sebut Brigjen Abdul Karim.
Masalah yang dibuatnya ini yang membuat dia pindah lagi dan hingga kini berdinas di Korem 031/Wirabima. Hanya saja, sebut Danrem, selama di Riau WS tak membuat masalah, setidaknya sampai sampai sebelum dia memukul polisi itu. "Karena riwayatnya itu, kita tempatkan dia di Korem dan tidak diberi jabatan. Dia dalam perawatan medis, sebulan sekali konsul ke dokter jiwa," jelasnya.
Saat bermasalah dan memukul polantas di Jalan Sudirman, WS tak mengenakan helm. Ini pula yang diperkirakan membuat Yoga datang mendekat. Karena, meski baru pulang dari berdinas, WS memakai jaket dan terlihat seperti masyarakat sipil pada umumnya.
Danrem menyebut, meski merupakan anggota TNI, WS yang tidak memakai helm salah. "Saya sampaikan kepada semua anggota agar tetap ikuti peraturan. Jaga hubungan dengan sesama angkatan, sesama Polri juga masyarakat. Kalau ada yang melakukan pelanggaran, kita akan tetap tindakan tegas," ucapnya.
Kepada Danrem, Riau Pos sempat menanyakan, jika memang WS sakit, kenapa dia masih berdinas. Danrem menyebut sakit yang dideritanya dalam masa penyembuhan.
"Jadi tidak setiap saat kambuhnya. Dalam beberapa kondisi dia normal. Dia juga tidak pernah dibiarkan sendiri. Di kamarnya dia didampingi kawan satu letingnya," jelas Danrem.
(iil/jpg/JPC)
Demikianlah Artikel Sebelum di Pekanbaru, Serda WS Juga Berulah di Tempat Lain
Anda sekarang membaca artikel Sebelum di Pekanbaru, Serda WS Juga Berulah di Tempat Lain dengan alamat link http://petuahmuda.blogspot.com/2017/08/sebelum-di-pekanbaru-serda-ws-juga.html
Post a Comment