Header Ads

Derita Kaum Rohingya di Pengungsian Saat Bulan Ramadan, Kekurangan Makanan Berharap Bantuan Donatur

Derita Kaum Rohingya di Pengungsian Saat Bulan Ramadan, Kekurangan Makanan Berharap Bantuan Donatur - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Derita Kaum Rohingya di Pengungsian Saat Bulan Ramadan, Kekurangan Makanan Berharap Bantuan Donatur, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Derita Kaum Rohingya di Pengungsian Saat Bulan Ramadan, Kekurangan Makanan Berharap Bantuan Donatur
link : Derita Kaum Rohingya di Pengungsian Saat Bulan Ramadan, Kekurangan Makanan Berharap Bantuan Donatur

Baca juga


Derita Kaum Rohingya di Pengungsian Saat Bulan Ramadan, Kekurangan Makanan Berharap Bantuan Donatur

TRIBUNNEWS.COM, BANGLADESH -  Sebagian dari setidaknya 400.000 pengungsi dan migran tanpa dokumen dari etnik Rohingya Muslim asal Myanmar di Bangladesh mengandalkan bantuan untuk menopang hidup mereka, terutama yang tinggal di luar kamp resmi.


Di tengah hujan rintik-rintik, puluhan orang berbaris mengantre di depan sebuah mobil van putih. Dua pria sibuk membagikan bingkisan yang terdiri dari beras, minyak goreng, kacang lentil, kentang, garam dan juga terpal.


Baca: Jadi Sasaran Kejahatan Rasial Warga Rohingya Mengungsi


Kebutuhan pokok itu amat berarti bagi penerima, orang-orang Rohingya yang menyelematkan diri dari dugaan kekerasan dan penindasaan di Myanmar, negara asal mereka, yang terletak di seberang Sungai Naf dari Cox's Bazar, wilayah pesisir di wilayah Bangladesh selatan.


"Kalau tidak ada bantuan ini, kami sekeluarga kekurangan makan. Padahal sekarang Ramadan, jadi susah sekali tanpa makanan mencukupi," tutur Aminah, seorang pengungsi Rohingya asal negara bagian Rakhine, Myanmar.


Gubuk-gubuk pengungsi menjamur di Kutupalong, Distrik Cox's Bazar, salah satu konsentrasi pengungsi terbesar di Bangladesh.
Gubuk-gubuk pengungsi menjamur di Kutupalong, Distrik Cox's Bazar, salah satu konsentrasi pengungsi terbesar di Bangladesh. (BBC Indonesia)

Ditambahkannya, ia bersama putra-putranya turut mengikuti rombongan tetangga yang melarikan diri Februari lalu setelah merasa tidak aman meskipun operasi militer di Rakhine dinyatakan berakhir.


Aminah tinggal di gubuk dadakan di pinggir ladang milik penduduk Bangladesh. Terpal bantuan akan ia gunakan untuk menutupi atap gubuk yang sementara ini hanya terdiri dari dedaunan dan potongan kayu.


Pengungsi tersebar


Kamp-kamp yang ada sudah tak mampu menampung pengungsi baru dan lembaga-lembaga bantuan skala kecil menyasar pemukiman dadakan pengungsi Rohingya di luar kamp.


''Sebenarnya banyak orang Rohingya yang berada di luar kamp. Tak mungkin membantu mereka yang berada di dalam kamp-kamp terkonsentrasi karena jumlahnya luar biasa banyak. Lebih mudah membantu mereka yang ada di luar kamp.

Sumber: Tribunnews.com


Demikianlah Artikel Derita Kaum Rohingya di Pengungsian Saat Bulan Ramadan, Kekurangan Makanan Berharap Bantuan Donatur

Sekianlah artikel Derita Kaum Rohingya di Pengungsian Saat Bulan Ramadan, Kekurangan Makanan Berharap Bantuan Donatur kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Derita Kaum Rohingya di Pengungsian Saat Bulan Ramadan, Kekurangan Makanan Berharap Bantuan Donatur dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/derita-kaum-rohingya-di-pengungsian.html
Powered by Blogger.