Header Ads

Duh, Satu Kursi Kaltim di DPR RI Hilang

Duh, Satu Kursi Kaltim di DPR RI Hilang - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Duh, Satu Kursi Kaltim di DPR RI Hilang, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Duh, Satu Kursi Kaltim di DPR RI Hilang
link : Duh, Satu Kursi Kaltim di DPR RI Hilang

Baca juga


Duh, Satu Kursi Kaltim di DPR RI Hilang

Sebelumnya berjumlah delapan, kini jadi tujuh kursi. Berkurangnya satu kursi itu karena pertimbangan Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai daerah pemekaran dari Kaltim. Wacana tersebut mencuat saat rapat panitia khusus RUU Pemilu bentukan DPR RI dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 30 Mei. Secara umum, tambahan 15 kursi tersebut nantinya akan didistribusikan ke 10 provinsi.

Dengan perincian, Riau, Lampung, Kalimantan Barat, dan Papua menerima dua kursi. Di samping itu, Sumatra Utara, Jambi, Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat masing-masing menerima satu. Artinya, jumlah senator Senayan akan bertambah pada Pemilu 2019, dari saat ini 560 menjadi 575 orang.

Diketahui, Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu belum juga mencapai kata sepakat dalam lima isu krusial. Adapun itu, parliamentary threshold, presidential threshold, alokasi kursi per dapil, sistem pemilu, dan metode konversi suara. Padahal, ruang lobi telah dibuka mulai tingkat ketua umum partai politik maupun panitia khusus (pansus).

Walhasil, pembahasan isu krusial itu ditunda hari ini (13/6). Disepakati ada atau tidak, kesepakatan lintas fraksi dalam lobi-lobi yang dilakukan sampai dengan hari Selasa (13/6), keputusan tetap akan diambil. Bila juga melalui musyawarah mufakat tak ketemu, langkah terakhir dengan voting.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim Ihwan Datu Adam mengaku, justru tak tahu bila belakangan jatah Kaltim di Senayan berkurang. Sebab, perbincangan terakhir dengan Fraksi Demokrat DPR RI tak ada mengutak-atik keterwakilan Kaltim di Senayan. Meski begitu, menurutnya, alokasi kursi per dapil dalam draf RUU Pemilu itu belum final. “Kaltim tetap delapan. Tidak berubah. Besok pagi (hari ini) saya sampaikan lagi. Mudahan tidak (berkurang),” ujarnya, Senin (12/6).

Sebab, bagaimanapun, dengan kondisi geografis Kaltim yang begitu luas, patut dipertimbangkan jatah kursi Benua Etam tidak berkurang. Jadi, sudah sewajarnya, tak ada pengurangan sekalipun hanya satu kursi. “Kita (Kaltim) tidak minta tambah. Tapi, enggak mau dikurangi,” sebut mantan wakil bupati Penajam Paser Utara itu.

Bila merujuk pembahasan terakhir, Kalimantan Barat akan punya wakil daerah terbanyak di Pulau Kalimantan. Dari berjumlah 10 menjadi 12 kursi. Jumlah itu langsung melompati wakil Kalimantan Selatan di DPR sebanyak 11 orang. “Kalau saya tahu tambah satu saja. Kalau tambah dua patut dipertanyakan,” ucapnya.

Dia sadar bahwa setiap anggota pansus membawa misi yang sama, yakni memperjuangkan keterwakilan dapilnya. Jika kursi Kaltim berkurang, jelas daerah ini dirugikan. Sebab, dari infrastruktur jauh tertinggal. “Tidak usah membandingkan dengan Pulau Jawa. Sama provinsi lain di Kalimantan saja juga begitu,” kata dia. “Sisi perebutan kursi untuk bisa duduk di DPR RI, persaingan eksternal dan internal makin berat,” sambungnya.

Diketahui, wacana berkurangnya jatah Kaltim di Senayan bukan kali pertama muncul. Saat draf RUU Pemilu disodorkan Kemendagri, daerah ini justru diplot pemerintah hanya memiliki lima kursi. Nah, tiga kursi yang hilang itu langsung dialihkan ke Kaltara. Dalam perjalanan, plot lima kursi Kaltim itu menguap. 

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak juga mengaku terkejut bila kursi Kaltim di DPR RI berkurang. Sebab, informasi yang dia terima dari anggota DPR RI Dapil Kaltim Hetifah Sjaifudian yang juga anggota Pansus RUU Pemilu, daerah ini tetap memiliki delapan wakil di Senayan. "Kok bisa berkurang? Enggak ada alasan itu, tetap delapan," ucapnya sehabis buka puasa bersama di Rumah Jabatan Sekprov Kaltim, tadi malam.

Meski diakuinya, saat sekarang keberadaan delapan senator dirasa belum optimal. Menurutnya, itu karena belum semuanya menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. "Tapi, daripada berkurang lebih baik tetap. Iya rugi dong kalau kita (Kaltim) berkurang," kata dia. (ril/far/k11/fab/JPG)

Sumber: jawapos.com


Demikianlah Artikel Duh, Satu Kursi Kaltim di DPR RI Hilang

Sekianlah artikel Duh, Satu Kursi Kaltim di DPR RI Hilang kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Duh, Satu Kursi Kaltim di DPR RI Hilang dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/duh-satu-kursi-kaltim-di-dpr-ri-hilang.html
Powered by Blogger.