Header Ads

Kejamnya Penjara Korea Utara, Hancurkan Mental Tahanan

Kejamnya Penjara Korea Utara, Hancurkan Mental Tahanan - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kejamnya Penjara Korea Utara, Hancurkan Mental Tahanan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kejamnya Penjara Korea Utara, Hancurkan Mental Tahanan
link : Kejamnya Penjara Korea Utara, Hancurkan Mental Tahanan

Baca juga


Kejamnya Penjara Korea Utara, Hancurkan Mental Tahanan

Isolasi, kerja paksa dan tekanan psikis membuat trauma panjang.

VIVA.co.id – Korea Utara dilaporkan masih menahan banyak orang di tahanan politiknya, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tak jarang Korea Utara juga menahan warga negara asing dengan tudingan propaganda atau mengambil informasi negara itu secara ilegal.



Sebagaimana dilansir BBC dan pernah diirilis Amnesty International, banyak eks tahanan Korea Utara (Korut) yang bahkan masih mengalami trauma psikologis berkepanjangan dan tak bersedia memberikan testimoni kejamnya hidup di tahanan politik negeri Kim Jong-un itu.



Terakhir, Korea Utara akhirnya membebaskan Otto Warmbier, mahasiswa Amerika Serikat yang dihukum 15 tahun kurungan dan akhirnya dipulangkan ke AS dalam keadaan koma.



Mantan tahanan Korea Utara, Kenneth Bae, yang merupakan warga AS namun berdarah Korea Selatan, memberi kesaksian pada saat ditahan bertahun-tahun di kamp tahanan politik Korut.



Bae ditahan pada tahun 2012 dengan tuduhan melawan Republik Korea. Bae padahal sudah beberapa kali berkunjung ke Korut untuk tujuan misionaris agama. Dia ditangkap dengan bukti buku-buku Kristen di dalam tasnya.



Bae lalu dijatuhi hukuman penjara 15 tahun. Dia mengatakan, selama sebulan awal, dia terus diinterogasi petugas sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 22.00 dan 23.00 setiap malam. Dia juga dipaksa menuliskan pengakuan bersalah di ratusan lembar kertas.



Enam hari dalam sepekan, dia harus bekerja di perkebunan dan selain itu mengangkat batu, pula bekerja paksa di tambang batu bara. Dalam dua tahun, Bae mengaku kehilangan bobot badan hingga 27 kilogram yang membuat fisiknya lemah.



Secara psikologis, Bae mengatakan sangat hancur karena dia juga kerap diisolasi. Hingga akhirnya dia sakit parah dan dibebaskan Korut. Laki-laki tersebut mengatakan, dia memang tak sering mendapatkan kekerasan fisik, namun isoloasi dan kerja paksa berat menekan mentalnya.



"Mereka selalu bilang kepada saya, kini tak ada lagi yang mengingat saya dan negara saya tak akan peduli kepada saya. Saya merasa seperti serangga saja yang tak bisa berbuat apa-apa," kata Bae dengan pilu. (one)










BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Load More...
Sumber: viva.co.id


Demikianlah Artikel Kejamnya Penjara Korea Utara, Hancurkan Mental Tahanan

Sekianlah artikel Kejamnya Penjara Korea Utara, Hancurkan Mental Tahanan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Kejamnya Penjara Korea Utara, Hancurkan Mental Tahanan dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/kejamnya-penjara-korea-utara-hancurkan.html
Powered by Blogger.