Kendaraan Tonase Berat Belum Diizinkan Melintasi Jalan Prof Soeharso Solo
Judul : Kendaraan Tonase Berat Belum Diizinkan Melintasi Jalan Prof Soeharso Solo
link : Kendaraan Tonase Berat Belum Diizinkan Melintasi Jalan Prof Soeharso Solo
Kendaraan Tonase Berat Belum Diizinkan Melintasi Jalan Prof Soeharso Solo
JALUR MUDIK: Ruas Jalan Prof Soeharso sudah bisa dilalui kendaraan dengan batasan tertentu, sejak H-10 lalu. Ruas jalan yang sedang dalam masa pengecoran badan jalan tersebut, menjadi salah satu jalur mudik pada Masa Angkutan Lebaran 2017 ini. (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)
SOLO, suaramerdeka.com – Ruas Jalan Prof Soeharso yang merupakan penghubung antara simpang tiga Faroka dengan perempatan Fajar Indah, sudah bisa dilalui kendaraan sejak H-10 Lebaran lalu. Meski demikian, kendaraan yang melintas dibatasi hanya kendaraan dimensi kecil dan sepeda motor. Sedangkan untuk kendaraan tonase berat belum diperbolehkan lewat, karena usia cor beton pada ruas jalan tersebut belum cukup untuk menahan beban berat kendaraan bertonase besar.
Dengan dioperasikannya ruas jalan yang beberapa saat lalu ditutup untuk pengerjaan pengecoran badan jalan tersebut, maka akan memecah kepadatan arus mudik di pertigaan Kerten.
Pantauan di lokasi, kemarin, lembaran karung goni yang sebelumnya digunakan untuk menutup permukaan jalan dicor, sudah disingkapkan. Kendaraan bisa melewati area yang dicor beton dengan nyaman. Namun harus hati-hati karena karung goni bekas penutup jalan masih ditempatkan di tepian jalan.
Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Ari Wibowo mengatakan, beban pertigaan Kerten sebelumnya cukup berat, saat ruas Jalan Prof Soeharso ditutup untuk keperluan pembangunan.
“Sebab lalu lintas dari barat, baik kendaraan roda dua, mobil penumpang, bus, truk, semua lewat pertigaan Kerten. Dalam kondisi tertentu, kadang sampai macet karena banyaknya kendaraan yang melintas,” katanya.
Namun dengan dibukanya kembali Jalan Prof Soeharso, kepadatan di pertigaan Kerten bisa terkurangi. Diharapkan, kondisi itu akan memperlancar arus lalu lintas menjelang Lebaran. Di mana volume kendaraan yang lewat akan meningkat dibanding hari biasa.
Dia menambahkan, untuk bus, masih perlu evaluasi apakah bisa melintas lewat Jalan Prof Soeharso atau tidak. Jika belum diperbolehkan lewat, maka rutenya akan melewati Jalan Ahmad Yani, seperti rute saat ruas jalan tersebut ditutup untuk pengecoran.
“Sedangkan untuk truk, sementara rutenya masih sama. Lewat Jalan Ahmad Yani,” imbuhnya.
Kasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Joko Supriyanto sebelumnya mengatakan, untuk permukaan jalan yang dicor di Jalan Prof Soeharso boleh dilalui sepeda motor, mobil penumpang dimensi kecil dan truk kecil. Untuk kendaraan bertonase berat di atas 9 ton, tidak diperbolehkan lewat. Karena pengeringan cor beton belum mencapai seratus persen.
(Irfan Salafudin/CN40/SM Network)
Demikianlah Artikel Kendaraan Tonase Berat Belum Diizinkan Melintasi Jalan Prof Soeharso Solo
Anda sekarang membaca artikel Kendaraan Tonase Berat Belum Diizinkan Melintasi Jalan Prof Soeharso Solo dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/kendaraan-tonase-berat-belum-diizinkan.html
Post a Comment