Header Ads

Ketum MUI Jakarta: Perbedaan Kecil Dalam Beragama Jangan Diolah Jadi Masalah

Ketum MUI Jakarta: Perbedaan Kecil Dalam Beragama Jangan Diolah Jadi Masalah - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Ketum MUI Jakarta: Perbedaan Kecil Dalam Beragama Jangan Diolah Jadi Masalah, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Ketum MUI Jakarta: Perbedaan Kecil Dalam Beragama Jangan Diolah Jadi Masalah
link : Ketum MUI Jakarta: Perbedaan Kecil Dalam Beragama Jangan Diolah Jadi Masalah

Baca juga


Ketum MUI Jakarta: Perbedaan Kecil Dalam Beragama Jangan Diolah Jadi Masalah

RMOL. Perbedaan-perbedaan kecil khilafiyah didalam beragama, sebaiknya tidak perlu diolah menjadi masalah. Selagi masih Syahadatnya sama, kitabnya sama, ibadah hajinya juga sama ke Makkah, maka persatuan dan kesatuan ummat Islam lebih penting dari sekedar perbedaan kecil.

Demikian disampaikan Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta KH Syarifuddin Abd Ghoni saat memberikan tausyiah pada acara buka puasa bersama LDII DPW Provinsi DKI di Hotel Saripan Pasifik Jakarta, Selasa (20/6).

"Kebersamaan dalam ikatan tali Agama Islam jauh lebih utama," kata Syarifuddin.

Dia pun mengajak kepada semua pihak untuk saling menghormati atas perbedaan khilafiyah dalam beribadah, selagi masih berpedoman Qur'an dan Hadist.

"Janganlah hal-hal kecil dibesar-besarkan, sehingga menjadi tidak rukunnya beragama, berbangsa dan bermasyarakat, mari kita satukan dalam bingkai Islam yang rahmatan lil'alamin," tegasnya.

Senada dengan Syarifuddin, Ketua DPW LDII Provinsi DKI Jakarta Teddy Suratmadji mengatakan persatuan dan kesatuan umat adalah hal yang paling utama dalam pembinaan umat.

"Moment buka puasa bersama adalah moment yang paling ideal untuk merajut kasih, saling silaturahim dalam rangka bersama-sama membina ummat, agar ummat juga merasa aman,nyaman dan damai dalam beribadah, berbangsa dan bermasyarakat," jelas Teddy.

Atas nama persatuan ummat, Sekretaris DPW LDII Provinsi DKI Muhammad Ied menghimbau agar kebijakan full day school (FDS) yang digagas oleh menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) perlu di tinjau kembali atau dijelaskan kepada masyarakat umum, maksud dan tujuannya, serta kajian akademiknya.

"Di masyarakat berkembang pemikiran bahwa dengan akan diberlakukanya sekolah fullday lima hari dalam banyak pihak menduga kebijakan FDS ini memuat egenda terselubung dan bahkan berpotensi merugikan model pendidikan sore yang sudah berkembang sejak ratusan tahun, seperti madrasah diniyah, Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan sejenisnya," kata Muhamad.

Muhamad selanjutnya mengajak masyarakat, agar lebih dewasa dalam mensikapi informasi, sehingga akan jelas apa yang dikehendaki pemerintah.

Acara buka puasa bersama DPW LDII Provinsi DKI Jakarta bersama pengurus DPD LDII Kota dan pengurus MUI Kota se DKI Jakarta ini juga dihadiri oleh anggota Dewan dari fraksi PAN, Bambang Kusumanto dan Pengurus FUHAB KH Yusuf Aman.[san]

Sumber: rmol.co


Demikianlah Artikel Ketum MUI Jakarta: Perbedaan Kecil Dalam Beragama Jangan Diolah Jadi Masalah

Sekianlah artikel Ketum MUI Jakarta: Perbedaan Kecil Dalam Beragama Jangan Diolah Jadi Masalah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Ketum MUI Jakarta: Perbedaan Kecil Dalam Beragama Jangan Diolah Jadi Masalah dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/ketum-mui-jakarta-perbedaan-kecil-dalam_20.html
Powered by Blogger.