Kontras: Pemerintah Inkonsisten Tangani Kasus Persekusi
Judul : Kontras: Pemerintah Inkonsisten Tangani Kasus Persekusi
link : Kontras: Pemerintah Inkonsisten Tangani Kasus Persekusi
Kontras: Pemerintah Inkonsisten Tangani Kasus Persekusi
Koordinator Kontras, Yati Andriyani mengungkapkan penanganan kasus persekusi terkesan reaktif. Pemerintah baru bereaksi dengan keras saat kasus itu menjadi ramai di masyarakat. Misalnya setelah viral di media sosial.
"Yang kedua cenderung karena ada mood politik. Begitu ada momen politik baru ditangani," ujar Yati di kantor KontraS, Kamis (15/6).
Kontras mendata bahwa sebenarnya tindakan yang menyuburkan persekusi tumbuh subur dan cenderung meningkat dalam tiga terakhir.
Pemicunya pelanggaran kebebasan berekspresi, berpendapat, dan berkeyakinan. Pada 2014 tercatat 162 kasus, 2015 ada 238 kasus, dan 2016 ada 342 kasus.
Kontras sengaja baru merilis data tersebut karena ingin melihat konsistensi aparat negara dalam penanganan persekusi. "Sampai hari ini tak ada konsistensi negara pada penanganan persekusi," ujar dia.
Sedangkan kasus persekusi yang akhir-akhir ini terjadi tercatat ada 46 kasus bermotif agama. Sebanyak 16 kasus berkaitan dengan politik.
"Celakanya negara juga jadi aktor jadi persekusi. Dengan bentuk keterlibatan beragam. Bisa setujui diam-diam atau membiarkan. Maupun jadi aktor langsung," ujar dia.
Semestinya, lanjut Yati, pemerintah punya skema yang cukup memadai untuk penanganan persekusi. Langkah itu bisa dijalankan bukan hanya kepolisian, dan lembaga lain. Seperti Komnas HAM, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
"Penanganannya di daerah tidak perlu sampai ditarik ke nasional. Tapi cukup di daerah," pungkas dia.(jun/jpk)
Demikianlah Artikel Kontras: Pemerintah Inkonsisten Tangani Kasus Persekusi
Anda sekarang membaca artikel Kontras: Pemerintah Inkonsisten Tangani Kasus Persekusi dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/kontras-pemerintah-inkonsisten-tangani.html
Post a Comment