Header Ads

Lintasi Tol Fungsional, Pemudik Diminta Batasi Kecepatan

Lintasi Tol Fungsional, Pemudik Diminta Batasi Kecepatan - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Lintasi Tol Fungsional, Pemudik Diminta Batasi Kecepatan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Lintasi Tol Fungsional, Pemudik Diminta Batasi Kecepatan
link : Lintasi Tol Fungsional, Pemudik Diminta Batasi Kecepatan

Baca juga


Lintasi Tol Fungsional, Pemudik Diminta Batasi Kecepatan




SUDAH bukan hal yang asing lagi bila para pengguna jalan tol memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Namun bagi para pemudik yang melewati jalan tol fungsional diminta membatasi kecepatan kendaraannya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan kendaraan yang melintasi jalan tol tersebut diharapkan kecepatannya antara 30 km per jam. Seperti diketahui pemerintah akan memfungsikan sementara jalan tol sepanjang 402 km yaitu masing-masing 327 km bagian dari tol trans Jawa dan 65 km bagian dari tol Trans Sumatera.

"Harus hati-hati, batasi kecepatannya di sekitaran 30 km per jam, karena beberapa spot ada turun naiknya," tutur Arie usai mencoba jalan tol fungsional trans Jawa hingga Surabaya belum lama ini.

Selain itu pada beberapa segmen jalan tol yang fungsional, jenis kepadatan permukaanya berbeda-beda. Arie mencontohkan ruas tol Solo-Ngawi khususnya Mantingan-Karanganyar di mana beberapa spot sudah beton (rigid pavement), lalu ada juga yang perkerasan awal (lean concrete). Dia melanjutkan dirinya telah berdiskusi dengan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk menyuruh masing-masing dari jalan tol fungsional untuk dilengkapi patok-patok kilometer sehingga pemudik mengetahui mereka sudah sampai di wilayah mana.

Perhatian  diberikan kepada jalan tol seksi III Semarang-Solo yaitu Bawen-Salatiga. Jalan tol yang hampir rampung konstruksinya tersebut, masih ada sedikit amblasan. Hal tersebut diminta jadi aspek yang turut dipantau oleh operatornya. Dirjen Bina Marga juga menyoroti sempitnya jalan selepas gardu tol Salatiga di daerah Tingkir. Untuk itu dia memerintahkan agar ada manajemen lalu lintas yang baik agar tidak menyebatkan kemacetan nantinya.

Di luar jalan tol, pengerjaan empat flyover di Kabupaten Brebes dan Tegal untuk menghindari perlintasan rel kereta api juga menjadi aspek penting menghadapi arus mudik lebaran tahun ini. Untuk flyover Klonengan diharapkan operasional karena konstruksinya sudah selesai. Namun untuk tiga flyover lainnya yaitu  Dermoleng, Kesambi dan Kretek baru tahap fungsional. Untuk Kretek sendiri memang progres fisiknya relatif tertinggal dibanding lainnya. Arie meyakini flyover tersebut tetap bisa dimanfaatkan pemudik.

"Bila tidak ada kejadian luar biasa menurut perhitungan teman-teman pada tanggal 16 Kretek sudah bisa fungsional," imbuhnya.

Flyover sepanjang 700 meter tersebut pada mudik lebaran kali ini hanya boleh dilewati oleh kendaraan kecil. Sementara untuk bus dan kendaraan besar masih harus lewat jalan di bawahnya. Untuk bisa fungsional, Kretek menggunakan box girder dan rangka bailey. Arie mengapresiasi kerja keras jajaran Ditjen Bina Marga yang bekerja keras selama 24 jam sehari untuk merealisasikan target empat flyover fungsional saat mudik lebaran.

Sebagai informasi, dalam sehari ada 70 kali lalu lintas kereta di jalur rel kereta tersebut. Jumlah tersebut meningkat menjadi 97 kali jelang arus mudik dan arus balik. Dengan asumsi satu kali kereta lewat, pintu perlintasan ditutup selama lima menit, dengan frekuensi 97 kali maka dalam satu hari, jalanan ditutup hampir 8 jam. Kondisi tersebut yang menyebabkan pada lebaran tahun lalu, pemudik mengalami kemacetan yang tinggi.

"Tahun lalu banyak pemudik yang terjebak kemacetan hingga 16 jam akibat konflik lalu lintas jalan dengan kereta. Mudah-mudahan dengan adanya empat flyover baru ini hal tersebut tidak terulang," pungkas Arie.

Sumber: okezone.com


Demikianlah Artikel Lintasi Tol Fungsional, Pemudik Diminta Batasi Kecepatan

Sekianlah artikel Lintasi Tol Fungsional, Pemudik Diminta Batasi Kecepatan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Lintasi Tol Fungsional, Pemudik Diminta Batasi Kecepatan dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/lintasi-tol-fungsional-pemudik-diminta.html
Powered by Blogger.