Optimalkan Otak Saat Berpuasa agar Tak Mudah Marah
Judul : Optimalkan Otak Saat Berpuasa agar Tak Mudah Marah
link : Optimalkan Otak Saat Berpuasa agar Tak Mudah Marah
Optimalkan Otak Saat Berpuasa agar Tak Mudah Marah
KALA berpuasa, kadar glukosa (gula darah) akan menurun. Risiko tubuh mengalami kekurangan cairan juga akan meningkat. Ketika dehidrasi, aliran darah akan terganggu. Tentunya pasokan oksigen ke otak juga menjadi terganggu.
Sel otak jika berdiri sendiri tidak dapat bekerja. Sebaliknya, sel otak jika bertemu dan bergabung dengan jaringan, akan bekerja optimal. Demikian pula dengan oksigen, zat ini tidak bisa mencapai otak dengan sendirinya. Dibutuhkan sel darah merah untuk mengikat oksigen di dalam darah dan mengalihkannya menuju otak. Masalahnya, kala berpuasa, kadar glukosa (gula darah) mengalami penurunan sehingga hal ini akan memengaruhi kerja otak yang juga menurun.
Dr Roeslan Yusni Hasan SpBs dari Mayapada Hospital Tangerang menjelaskan, puasa membuat orang tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam. Karena itu, risiko tubuh mengalami kekurangan cairan akan meningkat. Ketika dehidrasi, aliran darah akan terganggu. Tentunya pasokan oksigen ke otak juga akan terganggu.
“Pertanyaannya adalah bagaimana agar glukosa turun, tapi tidak banyak,” ujar pria yang akrab disapa dr Ryu ini. Kerja otak bukan sekadar berpikir, melainkan juga memengaruhi jiwa. Pada saat glukosa turun, jiwa juga terganggu, misalnya menjadi mudah marah.
Maka itu, meski berpuasa, diharapkan tubuh tetap dapat menyediakan glukosa pada level tertentu supaya kerja otak tetap seperti yang diharapkan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya mencegah dehidrasi, yaitu dengan mengurangi pekerjaan yang dapat memicu timbulnya dehidrasi, misalnya bekerja pada ruangan ber-AC maupun terpapar sinar matahari berlebihan.
Hindari pula minuman yang dapat menyebabkan efek diuretik, seperti teh dan kopi. Dr Ryu juga menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan yang dapat menahan cairan lebih lama dalam tubuh.
Seperti semangka, melon, maupun pepaya. Hindari pula makan makanan yang membuat cairan tubuh cepat keluar, seperti cabai, paprika, dan tomat. Cukupi kebutuhan cairan tubuh. Tetapi, perlu diketahui, kebutuhan cairan tiap orang tidak sama. Kebutuhan cairan individu bisa didapat dari 1,5 cc/kg berat badan/jam. Misalkan, orang dengan berat badan 50 kg memerlukan 75 cc air per jam. Jangan berlebihan pula minum air karena dapat mengakibatkan overhidrasi yang juga tidak baik bagi kesehatan.
Lebih jauh, glukosa didapat terutama dari karbohidrat. Karbohidrat jika kelebihan akan diubah menjadi jaringan lemak. Nah , lemak pada kalangan pria akan disimpan di perut, sementara pada wanita akan disimpan pada bagian paha dan lengan. Glukosa juga berhubungan dengan bau mulut yang sering dialami penderita diabetes. Penyakit diabetes adalah suatu kondisi medis yang menyebabkan tubuh memiliki gula darah tinggi yang disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan jumlah cukup insulin atau ketidakmampuannya merespons insulin.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dan berfluktuasi ini membuat orang dengan kondisi diabetes lebih rentan terhadap penyakit gusi atau mulut yang menyebabkan bau mulut. Karena diabetes yang sedikit insulin, pemecahan lemak menyebabkan terjadinya keton yang bersifat asam dan dihapus tubuh melalui limbah dan napas. Inilah yang menyebabkan bau mulut.
Dr Ryu juga menjelaskan, otak juga menentukan identitas seseorang yang tidak bisa tergantikan, berbeda dengan organ tubuh lain. Untuk memelihara fungsi otak, masyarakat tidak sedikit yang mengandalkan berbagai suplemen yang diklaim dapat meningkatkan kerja otak.
“Itu semua hanya trik marketing. Melindungi otak agar sehat itu yang benar dari pola makan dan gaya hidup yang sehat. Orang selama ini salah kaprah, takut kepalanya kena benturan atau jatuh, tapi setiap hari kita merusak otak dengan kebiasaan merokok maupun pola makan yang buruk,” ucapnya.
Dia melanjutkan, sebenarnya bakteri susah masuk untuk menginfeksi otak karena dalam otak terdapat blood brain barrier . Tetapi, begitu otak sudah terinfeksi, obat pun sulit masuk.
Sumber: okezone.comDemikianlah Artikel Optimalkan Otak Saat Berpuasa agar Tak Mudah Marah
Anda sekarang membaca artikel Optimalkan Otak Saat Berpuasa agar Tak Mudah Marah dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/optimalkan-otak-saat-berpuasa-agar-tak.html
Post a Comment