Pantau Harga Pangan, Lalu Lintas, dan Kejahatan 3C
Judul : Pantau Harga Pangan, Lalu Lintas, dan Kejahatan 3C
link : Pantau Harga Pangan, Lalu Lintas, dan Kejahatan 3C
Pantau Harga Pangan, Lalu Lintas, dan Kejahatan 3C
Himawan menyampaikan, 464 personel polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah. Tentu, Polri tidak sendirian. Instansi lain dan ormas ikut membantu. Di antaranya, TNI, dinas perhubungan, satpol PP, PMK, dan Banser NU. Bantuan personel itu berjumlah 237 orang. Dengan begitu, total personel gabungan yang diterjunkan dalam operasi Ramadniya 2017 berjumlah 701 orang. Operasi tersebut akan berlangsung 16 hari mulai Senin (19/6).
Menurut dia, operasi Ramadniya serempak diselenggarakan di Indonesia. Petugas ingin menciptakan rasa aman dan suasana kondusif di tengah warga yang berlebaran. ”Selama operasi ini berlangsung, ada tiga poin utama yang menjadi perhatian petugas,” jelasnya.
grafis Siaga di Lokasi Strategis
(Grafis: Herlambang/Jawa Pos/JawaPos.com)
Salah satunya adalah stabilitas harga pangan. Polri telah bekerja sama dengan instansi terkait untuk membentuk satgas pangan di tiap-tiap kabupaten. Tujuannya, menumpas praktik curang dalam urusan pangan menjelang Lebaran. Mulai memanipulasi harga hingga pasokan bahan pokok.
Kondisi kamtibmas juga terus dicermati. Para petugas siap siaga dengan praktik kejahatan konvensional. Misalnya, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Istilahnya adalah kejahatan 3C. ”Warga perlu berhati-hati terhadap kejahatan seperti gendam atau bius. Warga perlu melakukan tindakan preventif agar kejahatan-kejahatan itu tidak terjadi ketika sedang meninggalkan rumah,” paparnya.
Atensi berikutnya difokuskan pada kelancaran dan keamanan lalu lintas. Pihaknya mengimbau warga berkendara sesuai aturan. Di antaranya, tidak memodifikasi kendaraan di luar ketetapan, senantiasa mengikuti rambu-rambu lalu lintas, dan menghindari mengemudi dalam kondisi mengantuk. ”Patuhi semua aturannya supaya aman,” ucapnya.
Prediksi puncak kepadatan kendaraan masih sama seperti tahun lalu. Yakni, pada H-2 dan H+5 Lebaran. Dalam periode tersebut, rawan terjadi kecelakaan. Di Sidoarjo, ada beberapa kawasan yang tergolong rawan. Yakni, sepanjang Bypass Krian hingga Jalan Raya Mlirip Rowo, Tarik.
Himawan menambahkan, petugas akan memperketat patroli di kawasan permukiman. Warga dapat berkoordinasi dengan petugas sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang sangat lama. ”Akan ada bhabinkamtibmas yang berpatroli di perumahan-perumahan,” tambahnya.
Untuk mempermudah koordinasi dengan masyarakat, petugas mendirikan sepuluh pos. Yakni, terdiri atas 8 pos keamanan dan 2 pos pelayanan (selengkapnya lihat grafis). Pos-pos tersebut berada di tempat-tempat strategis yang mudah dijangkau warga. (jos/c16/pri)
Demikianlah Artikel Pantau Harga Pangan, Lalu Lintas, dan Kejahatan 3C
Anda sekarang membaca artikel Pantau Harga Pangan, Lalu Lintas, dan Kejahatan 3C dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/pantau-harga-pangan-lalu-lintas-dan.html
Post a Comment