Pulau Natuna Perlintasan Pelayaran Dunia
Judul : Pulau Natuna Perlintasan Pelayaran Dunia
link : Pulau Natuna Perlintasan Pelayaran Dunia
Pulau Natuna Perlintasan Pelayaran Dunia
Salah satu bentuk keramik dan benda kuno lainnya peninggalan dari pelayaran negara luar ke Natuna yakni ditemukannya botol wine dan guci lainnya yang didapatkan oleh La Andi.
Kisah itu bermula dari suatu hari akhir Agustus 2013, La Andi menyelam di Laut Cina Selatan dekat Pantai Tanjung, Ranai, Natuna. Lelaki berbadan kekar itu masuk ke dasar laut dengan kedalaman 10 meter.
Di sela-sela karang, La Andi menemukan delapan guci berbahan keramik yang masih utuh, lengkap dengan penutupnya. "Itu guci buatan Cina," ujarnya seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (12/6).
Tak jauh dari guci itu, La Andi yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan juga menemukan delapan botol wine (anggur). Isi botol masih utuh karena segel penutupnya tidak rusak sedikitpun. "Botol tak ada retak sama sekali," ujarnya.
Di botol tertera tahun pembuatannya: 1882! Angka itu tercetak seperti ukiran di perut botol. Di dalam bahasa Inggris juga disebutkan anggur itu buatan Inggris.
Guci dan anggur itu kemudian dibawanya ke rumah Bupati Natuna yang kala itu dijabat oleh Ilyas Sabli. Di rumah mantan bupati itu La Andi dan mantan bupati mencicipi wine (anggur) Inggris itu. "Rasanya panas di dada," kata La Andi.
Sepulang dari rumah Bupati, La Andi diberi uang Rp 20 juta. Uang itu sebagai imbalan dari penemuan barang antik tersebut yang didapatkan oleh La Andi.
Andi mengaku mengantar barang itu ke rumah Bupati karena dipesan sebelumnya. Kalau dia mendapatkan barang antik agar dikasih tahu kepadanya. "Waktu dapat itu saya langsung telepon, dia suruh saya datang ke rumah," katanya.
Penemuan La Andi hanyalah satu dari ribuan penemuan barang antik di Laut Cina Selatan yang masuk wilayah Natuna. Sebagian barang-barang yang ditemukan itu berhasil diselamatkan, dan kini disimpan di Museum Sri Serindit, Ranai Darat, setengah jam dari Kota Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna.
Salah satu barang temuan yang masih terawat baik di Museum Sri Serindit adalah keramik buatan Cina, termasuk peninggalan Laksamana Cheng Ho. (nji/iil/JPG)
Demikianlah Artikel Pulau Natuna Perlintasan Pelayaran Dunia
Anda sekarang membaca artikel Pulau Natuna Perlintasan Pelayaran Dunia dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/pulau-natuna-perlintasan-pelayaran-dunia.html
Post a Comment