Ramai-Ramai Serbu Uang Lebaran, Waspada Duit Palsu
Judul : Ramai-Ramai Serbu Uang Lebaran, Waspada Duit Palsu
link : Ramai-Ramai Serbu Uang Lebaran, Waspada Duit Palsu
Ramai-Ramai Serbu Uang Lebaran, Waspada Duit Palsu
Hal sama juga dipersiapkan Kantor Perwakilan BI Tegal. Guna memenuhi permintaan masyarakat untuk penukaran uang pecahan baru jelang lebaran ini, Kantor Perwakilan BI Tegal menyiapkan uang pecahan kecil baru sebanyak Rp 4,5 Triliun.
Hingga pekan kedua jelang lebaran, sebanyak Rp 1,5 triliun telah terdistribusi ke bank-bank umum di tujuh daerah eks Karesidenan Pekalongan.
Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Joni Marsius, memastikan penukaran uang pecahan kecil bisa dilakukan setiap hari. Penukaran dilayani di bank umum di seluruh wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
Ia memastikan, uang pecahan kecil yang tersedia sangat mencukupi. Namun masyarakat diminta tidak menukarkan uang melebihi ketentuan.
"Ada batasan maksimal uang yang bisa ditukarkan warga per harinya," imbuhnya.
Sejak Januari-Mei 2017, BI Tegal mencatat jumlah uang beredar senilai Rp 3,693 triliun. Jumlah uang yang masuk kembali ke BI Tegal sebesar Rp 2,384 triliun.
Dari jumlah tersebut, hampir 80 persennya dinyatakan tidak layak edar. BI Tegal pun memusnahkan uang tak layak senilai Rp 1,309 triliun.
"Dibanding tahun lalu, jumlah uang yang telah keluar dari BI Tegal Rp 8,811 triliun," ucapnya.
Sementara itu, Analis Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan KPW BI Tegal, Tulus menambahkan, jumlah penarikan uang akan meningkat seiring jadwal aturan penyerahan Tunjangan Hari Raya (THR) pada 15 Juni hingga 17 Juni mendatang.
Stok sebanyak Rp 3 triliun masih bisa ditarik hingga tanggal 23 Juni 2017.
"Jadi untuk stok kami jamin mencukupi. Begitu juga di ATM, stoknya kami jamin aman, dan akan buka selama liburan. Tapi uang yang kami siapkan, tidak seluruhnya uang baru karena stok uang cetakan lama masih banyak. Tapi uang emisi baru tetap ada pendistribusian untuk uang kecilnya," ucap Tulus.
Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang, ia pun mengimbau agar langsung melakukan penukaran lewat perbankan dan tidak menukarkan melalui jasa penukaran uang di luar perbankan.
Sebab selain resiko adanya uang palsu, jika menukar di luar perbankan maka nominal uang yang diterima biasanya akan dikurangi sebagai jasa penukaran.
Dari data BI, Tulus mengungkapkan bahwa Kota Pekalongan menjadi wilayah dengan distribusi uang tertinggi di eks Karesidenan Pekalongan. Pada tahun 2016, BI mendistribusikan fresh money sebesar Rp 9 triliun di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
Berdasar jumlah tersebut, 30 persen di antaranya beredar di Kota Pekalongan. Darii jumlah yang diedarkan tersebut, sebanyak Rp 7 triliun kembali ke BI dan 50 persen di antaranya dalam kondisi rusak, sehingga harus dimusnahkan.
Kemudian untuk tahun 2017 sampai bulan Mei, BI juga sudah mengedarkan uang sebanyak Rp 3 triliun. Dari jumlah itu, 80 persen diantaranya kembali dan harus dimusnahkan karena dalam kondisi rusak.
Selain terkait penukaran uang, ia juga berpesan agar selalu waspada terhadap keberadaan uang palsu menjelang Lebaran ini.
Tahun ini, BI Tegal sudah melakukan verifikasi terhadap 1.777 lembar bilyet uang palsu hasil setoran masyarakat lewat perbankan. Jumlah itu, di luar uang palsu yang diverifikasi dan dilaporkan ke kepolisian.
"Untuk meminimalisir, kami terus lakukan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat bagaimana ciri uang asli, dan bagaimana cara membedakan dengan uang palsu," katanya.
Sumber: liputan6.comDemikianlah Artikel Ramai-Ramai Serbu Uang Lebaran, Waspada Duit Palsu
Anda sekarang membaca artikel Ramai-Ramai Serbu Uang Lebaran, Waspada Duit Palsu dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/ramai-ramai-serbu-uang-lebaran-waspada.html
Post a Comment