Header Ads

Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling

Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling
link : Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling

Baca juga


Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling



Sabtu, 01 Juli 2017 | 04:35 WIB


Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling

Polisi berjaga-jaga di sekitar terjadinya aksi teror oleh orang tak dikenal yang menusuk dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Juni 2017. IRSYAN HASYIM




TEMPO.CO, Jakarta - Pedagang Soto Ayam di daerah Lapangan Bhayangkara Fauzi Abdul Wopih menjadi saksi teror di Mabes Polri.  mengatakan kejadian yang terjadi di Masjid Falatehan awalnya dikira ada yang kemalingan. Ada suara gaduh terdengar, jadi anggota Brimob yang lagi berada di Lapangan Bhayangkara berlari ke arah masjid. "Pada berhamburan polisi keluar dari tenda," kata Fauzi saat ditemui Tempo di Jalan Fatehelan, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Mei 2017.

Tidak lama kemudian, kata Fauzi, korban teror di Mabes Polri itu  berlari dari arah masjid menuju lapangan Bhayangkara dengan luka tusuk di leher bagian belakang. Darah berceceran sepanjang jalan Fatahelan.

Baca juga:
Teror di Mabes Polri, Tjahjo Kumolo: Lawan Teror Bersama

Korban pun minta tolong dibawa ke rumah sakit. "Gundul langsung yang antar ke Rumah Sakit Pertamina," kata Fauzi. Yang ia maksud Gundul adalah seorang pedagang di area Lapangan Bhayangkara. Ketika itu, Gundul sedang makan soto ayam yang kemudian segera mengambil motor matic miliknya. "Boncengan tiga orang tadi ke rumah sakit, korban di tengah," ujarnya.

Setelah mengetahui ada temannya yang kena tusuk, menurut Fauzi seluruh anggota Brimob yang berada di lapangan berlari menuju masjid. Ada yang berteriak supaya anggota lainnya segera keluar dan cepat ke Masjid. "Makanya pelakunya nggak bisa lolos karena langsung terkepung," kata Fauzi.

Baca pula:
Korban Teror di Mabes Polri Dipindahkan ke RS Polri

Aksi teror terjadi di lingkungan Mabes Polri. Dua anggota Brimob ditusuk seorang pria tak dikenal di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Juni 2017. Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengtakan peristiwa tersebut terjadi setelah korban selesai salat Isya. "Pelaku yang juga ikut salat tiba-tiba berteriak dan menikam dua anggota yang berada di sebelahnya," kata Rikwanto.

Setelah menikam dua anggota Brimob tersebut, pelaku mengancam jemaah yang lain menggunakan pisau. Dia kemudian berlari ke arah Terminal Blok M. "Sempat diberi tembakan peringatan tapi pelaku malah menantang sehingga terpaksa dilumpuhkan," katanya.

Silakan baca:
Teror di Mabes Polri, Pelaku Sempat Berteriak Thogut dan Kafir

Kedua korban teror di Mabes Polri itu setelah dirawat di RS Pusat Pertamina, kemudian semalam dipindahkan ke RS Polri. Mereka adalah Ajun Komisaris Dede Suhatmi dan Brigadir Satu Syaiful Bakhtiar. Sementara pelaku diduga tewas di tempat.

IRSYAN HASYIM   I   S. DIAN ANDRYANTO

Sumber: tempo.com


Demikianlah Artikel Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling

Sekianlah artikel Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Saksi Teror di Mabes Polri: Awalnya Suara Gaduh Dikira Ada Maling dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/saksi-teror-di-mabes-polri-awalnya.html
Powered by Blogger.