Header Ads

Sejumlah Rumah Hanyut Diterjang Gelombang Pantai Selatan

Sejumlah Rumah Hanyut Diterjang Gelombang Pantai Selatan - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Sejumlah Rumah Hanyut Diterjang Gelombang Pantai Selatan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Sejumlah Rumah Hanyut Diterjang Gelombang Pantai Selatan
link : Sejumlah Rumah Hanyut Diterjang Gelombang Pantai Selatan

Baca juga


Sejumlah Rumah Hanyut Diterjang Gelombang Pantai Selatan

Salah satu rumah makan seafood di Pantai Depok, Kecamatan Kretek Bantul, nyaris hancur diterjang gelombang pasang. (suaramerdeka.com/Sugiarto)

Salah satu rumah makan seafood di Pantai Depok, Kecamatan Kretek Bantul, nyaris hancur diterjang gelombang pasang. (suaramerdeka.com/Sugiarto)


BANTUL, suaramerdeka.com – Sejak beberapa hari terakhir ini, gelombang tinggi kembali menghajar kawasan pantai selatan. Akibatnya sejumlah bangunan di Pantai Depok, Dusun Kretek, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Minggu (18/6), hancur diterjang gelombang. Selain menghancurkan bangunan rumah, gelombang tinggi disertai angin kencang juga mengakibatkan abrasi cukup parah.


Kejadian tersebut menghancurkan harapan para pemilik warung seafood, untuk mendapatkan rezeki saat libur Lebaran mendatang. Karena warung yang selama ini untuk berjualan seafood, mengalami rusak parah. Selain itu, gelombang pantai selatan juga memporakporandakan kawasan pantai tersebut.


Gelombang pasang yang terjadi hampir satu pekan ini, menyebabkan belasan bangunan rumah makan seafood hancur diterjang gelombang. Sedangkan rumah makan seafood yang masih aman tinggal menunggu waktu diterjang gelombang berikutnya. Mengingat gelombang tinggi dan angin kencang hingga Minggu (18/6), masih tetap terus berlangsung.


Menurut Dardi Nugoroho, pemilik rumah makan Seafoof Salsabila, gelombang tinggi sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Sejak itu, sudah ada delapan rumah makan seafood yang hancur diterjang gelombang. Kini gelombang besar kembali mengamuk hingga menghancurkan dua rumah makan seafood yang ada di sepanjang pantai tersebut.


“Jadi sejak sejak dua bulan, sudah sepuluh rumah hancur diterjang gelombang. Sebelumnya ada delapan rumah yang hancur, dan hari ini ada dua rumah hancur diterjang gelombang,” ujar Dargo, panggilan akrab Dardi Nugroho, Minggu (18/6).


Dargon mengaku, rumah makan miliknya juga tak luput dari terjangan gelombang pasang. Bangunan teras untuk bersantai tamu dan bangunan untuk parkir hancur diterjang gelombang.


“Dulu yang terkena abrasi hanya sisi barat. Tapi kali ini seluruh bangunan rumah makan sudah terkena semua,” jelasnya.


Sebenarnya ada pemilik rumah makan yang mencoba melindungi dengan membuat bronjong sebagai penahan gelombang. Namun tidak bertahan lama, karena gelombang terlalu besar.


“Siapa yang bisa melawan alam. Kita hanya bisa berdoa, agar gelombang tidak tinggi dan angin tidak kencang,” tambahnya.


Sementara Nunik, pemilik rumah makan seafood mengaku pada tahun 2016 abrasi menerjang rumah makan seafood di timur Posko SAR, kali ini gelombang tinggi menyerang bangunan yang ada di sebelah barat Posko SAR.


“Saat itu, hampir semua rumah makan di pinggir pantai hancur dihantam gelombang,” katanya.


Melihat kondisi seperti ini, pemilik rumah makan seafood hanya bisa pasrah dan enggan untuk menghitung kerugian. Karena sudah tahu risikonya membangun rumah makan di bibir pantai.


“Kalau gelombang sudah mulai membaik, baru bangunan diperbaiki,” katanya.


Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan, gelombang pasang yang menyebabkan abrasi tentunya merubah tata ruang kawasan pantai tersebut.


Apalagi sejumlah bangunan semi permanen yang setiap harinya untuk buka warung makan, hanyut diterjang ombak pantai selatan. Kondisi demikian, membuat tata ruang berubah.


“Kondisi demikian ini, tentu mengurangi wisatawan yang hendak berkunjung ke pantai tersebut. Karena pada dasarnya, pengunjung atau wisatawan tentunya ingin tempat yang nyaman,” imbuhnya.


Abrasi atau proses pengikisan yang terjadi di Pantai Depok, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, membuat tempat tersebut menjadi kurang nyaman bagi wisatawan. Karena jarak bibir pantai dengan gelombang pantai sangat dekat sekali. Sehingga berbahaya bagi pengunjung yang bermain air, apalagi mandi di tepi pantai.
(Sugiarto/CN40/SM Network)

Sumber: suaramerdeka.com


Demikianlah Artikel Sejumlah Rumah Hanyut Diterjang Gelombang Pantai Selatan

Sekianlah artikel Sejumlah Rumah Hanyut Diterjang Gelombang Pantai Selatan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Sejumlah Rumah Hanyut Diterjang Gelombang Pantai Selatan dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/sejumlah-rumah-hanyut-diterjang.html
Powered by Blogger.