Senja dan Mistis di Pulau 'Kematian' Nusakambangan
Judul : Senja dan Mistis di Pulau 'Kematian' Nusakambangan
link : Senja dan Mistis di Pulau 'Kematian' Nusakambangan
Senja dan Mistis di Pulau 'Kematian' Nusakambangan
Ada sebuah benteng kuno di Nusakambangan peninggalan Portugis di sini. Benteng ini terletak di bagian timur Pulau Nusakambangan.
Benteng di Pantai Pasir Putih ini dibangun pada 1825. Benteng ini dibuat oleh bangsa Portugis saat menjajah sebagian Nusantara. Seperti benteng pada umumnya, benteng ini dibangun sebagai pertahanan menghadapi serangan musuh, khususnya dari aspek laut.
Suasana kuno masih menyelimuti benteng yang kini ditumbuhi tumbuhan lebat. Bahkan, kesan mencekam nan menyeramkan begitu kuat terasa.
Selain suasana mencekam, salah seorang wisatawan bernama Aida Nur Aini pernah mendengar suara-suara aneh dari dalam benteng. Meski begitu, mahasiswi Universitas Muhammadiyah, Purwokerto, Jawa Tengah, itu tidak mengetahui atau tidak bisa mengidentifikasi suara apa yang ia dengar.
"Sering terdengar suara-suara doang. Yang lagi jalan di sekitar situ terdengar suara-suara aneh," ujar Aida yang beberapa kali berkunjung ke sini bersama teman-temannya itu.
Kesan mencekam dan menyeramkan itu yang memang dirasakan saat Liputan6.com turut menjelajah benteng berumur ratusan tahun ini. Banyak bagian dari benteng yang terkesan angker. Sudut-sudutnya usang. Namun, benteng masih terlihat kokoh.
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1624977/original/94f7c73be55d62250e1ff3e2d3036b6b2.jpg)
Ada sejumlah spot yang tampak seperti pintu masuk di beberapa sudut benteng. Di dalamnya tampak seperti lorong menuju ke suatu ruangan. Tentu, tak ada yang berani masuk ke dalam.
Di sudut lain, juga tampak sebuah lorong yang menghubungkan satu tempat terbuka ke tempat terbuka lain. Lorong dengan panjang sekitar 15 sampai 20 meter ini juga tampak menyeramkan. Saat berjalan melewati lorong tersebut, suara gema langkah kaki mendengungkan telinga dan membuat kuduk berdiri.
Ada sekitar delapan atau 10 pintu di kanan-kiri sepanjang jalan lorong. Entah apa di dalamnya. Lagi-lagi karena tidak ada yang berani masuk ke sana. Apalagi, tidak ada tour guide atau warga setempat yang menemani.
Selain spot-spot tadi, terdapat pula dua spot tempat sebuah meriam. Meriam-meriam berwarna hitam tampak sengaja dibiarkan teronggok. Kedua meriam itu menghadap Samudera Hindia, bukti bahwa Portugis memang menjadikan benteng ini sebagai pertahanan serangan aspek laut. Sayangnya, tidak ditemukan papan nama untuk spot-spot tadi.
Tak jauh dari Benteng Portugis ini terdapat sebuah pantai. Pantai Pasir Putih Karang Pandan namanya. Usai merasakan ketegangan saat berkeliling benteng, wisatawan bisa bersantai ria menikmati garis cakrawala di pantai ini.
Menikmati senja di pantai ini tentu tak kalah sensasinya ketika berwisata di pantai-pantai lain di Indonesia. Hamparan pasir putihnya dan deburan ombak Samudera Hindia menghantam karang menambah syahdu saat-saat jingga menampakkan diri di ujung cakrawala.
Tak cuma itu, bagi Anda yang gemar medsos, tentu latar belakang pantai ini pas jadi latar foto atau video anda sebelum mengunggahnya ke media sosial.
Sumber: liputan6.comDemikianlah Artikel Senja dan Mistis di Pulau 'Kematian' Nusakambangan
Anda sekarang membaca artikel Senja dan Mistis di Pulau 'Kematian' Nusakambangan dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/senja-dan-mistis-di-pulau-kematian.html
Post a Comment