Header Ads

Soal Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Soal Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Soal Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Soal Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta
link : Soal Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Baca juga


Soal Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Beberapa hari terakhir netizen di media sosial ramai memperbincangkan nama asli Patih Kerajaan Majapahit yang selama ini di kenal dengan Gajah Mada menjadi Gaj Ahmada.


Selain itu, terjadi pula perdebatan di media sosial bahwa Kerajaan Majapahit adalah kesultanan dan Gaj Ahmada beragama Islam.


Dari informasi yang viral di media sosial disebut bahwa kesultanan Majapahit berasal dari penelitian yang kemudian dijadikan buku dengan judul "Kesultanan Majapahit: Fakta Sejarah yang Tersembunyi".


Buku tersebut diterbitkan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.


Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta yang membawahi LHKP, Ashad Kusuma Djaya menegaskan, tidak ada campur tangan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta dalam penulisan buku Kesultanan Majapahit.


"LHKP hanya memfasilitasi kajian, kemudian yang ikut diskusi dan kajian itu patungan untuk menerbitkan buku. Tidak ada dana dari Muhamamdiyah," ujar Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Ashad Kusuma Djaya saat ditemui Kompas.com, Sabtu (17/06/2017) malam.


Diceritakannya, kegiatan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta adalah berdiskusi dan melakukan kajian bersama dengan berbagai komunitas.


"LHKP isinya adalah komunitas anak muda yang senang dengan isu-isu alternatif," ucapnya.


Ashad mengaku mengenal baik Herman Sinung Janutama, penulis buku "Keseultanan Majapahit" karena sama-sama pemerhati budaya Jawa.


Herman Sinung Janutama memiliki komunitas dan menjadi salah satu yang diundang dalam kegiatan diskusi LHKP.

Sumber: Tribunnews.com


Demikianlah Artikel Soal Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Sekianlah artikel Soal Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Soal Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/soal-gaj-ahmada-ini-penjelasan.html
Powered by Blogger.