Status Janda, Perlukah Bagi Ibu Menjelaskannya Kepada Anak?
Judul : Status Janda, Perlukah Bagi Ibu Menjelaskannya Kepada Anak?
link : Status Janda, Perlukah Bagi Ibu Menjelaskannya Kepada Anak?
Status Janda, Perlukah Bagi Ibu Menjelaskannya Kepada Anak?
Penting bagi ibu menjelaskan status janda yang disandangnya kepada anak (Depositphotos)
AURA.CO.ID - Bisa jadi anak sudah mengerti jika ayahnya sudah meninggal atau sudah berpisah dari ibunya. Namun hampir pasti anak sulit memahami istilah atau status janda yang disandang sang ibu.
Dijelaskan Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria kepada Aura, bahwa penting untuk melibatkan anak untuk mengerti dan memahami secara objektif status pernikahan orang tuanya. Saat mereka sydah tidak lagi bersama karena salah satu meninggal atau karena perceraian.
"Tentu hal ini kembali lagi harus disesuaikan dengan usia dan karakter anak - anak," kata Anggia Chrisanti. "Semisal bagi anak - anak yang lebih terbuka (ekstrovert), mungkin kita bisa langsung menyampaikannya secara lugas. Apa yang terjadi, bagaimana selanjutnya, dan lain - lain," imbuhnya.
Dan apapun latar belakangnya, meninggal atau bercerai, anak mesti tahu bahwa ibu akan tetap menjadi ibu yang menemani dan mendampingi dan ayah adalah ayah (meski bercerai). Tidak ada bekas ayah. Termasuk kemungkinan - kemungkinan perubahan kehidupan, antara lain perubahan ekonomi, misal mesti pindah rumah, menjual beberapa barang atau aset (misal kendaraan), pindah sekolah, atau mungkin menjadi tinggal dengan nenek dan kakek.
"Meski anak masih kecil (balita) dan terlihat tidak paham, namun wajib menyampaikan apa dan lalu bagaimana. Karena sesungguhnya informasi itu pasti masuk ke otak anak, bagaimana mengolah dan menyikapi informasi itu kembali sesuai usia dan karakter anak," terang Anggia Chrisanti. "Menyampaikan informasi ini baik secara sadar maupun tidak sadar (alam bahwa sadar) menyiapkan mental anak. Sehingga anak tidak merasa sebagai objek yang tidak dilibatkan dalam perubahan kehidupannya. Ingat, perubahan dalam status pernikahan orang tua sama besar dampaknya kepada anak - anak," papar Anggia Chrisanti.
Ditambahkan Anggia Chrisanti, beri gambaran juga jika masih mungkin akan terjadi pernikahan selanjutnya. Jangan lupa perhatikan sikap (bahasa tubuh anak) saat bicara mengenai hal apapun. Jika perlu jeda atau berhenti sejenak, dan lalu nanti dilanjutkan kembali jika merasa bahwa anak sepertinya sulit atau bingung menerima. "Ini jauh lebih baik daripada memaksakan menginformasikan secara langsung dan seluruhnya," pungkas Anggia Chrisanti.
(wida/wida)
Demikianlah Artikel Status Janda, Perlukah Bagi Ibu Menjelaskannya Kepada Anak?
Anda sekarang membaca artikel Status Janda, Perlukah Bagi Ibu Menjelaskannya Kepada Anak? dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/status-janda-perlukah-bagi-ibu.html
Post a Comment