Temuan Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat
Judul : Temuan Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat
link : Temuan Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat
Temuan Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat
JawaPos.com - Januari hingga Juni 2017, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon mencatat temuan uang palsu sebanyak 2.261 lembar. Saat ini sosialisasi tentang ciri keaslian uang rupiah (cikur) terus digelar untuk mengajak warga lebih paham dan sadar tentang uang rupiah asli.
Deputi Kepala KPw BI Cirebon Yukon Afrinaldo mengungkapkan, temuan tersebut menurun dari tahun 2016 di periode yang sama. Hingga Desember 2016 ditemukan 7.077 lembar.
Artinya, jika ingin dibandingkan enam bulan terakhir di tahun ini, sudah 3.500 lembar upal. Hasil ini tak lepas adanya efek kegiatan sosialisasi yang dilakukan BI di berbagai titik di Ciayumajakuning dengan mendatangi langsung masyarakat.
“Temuan paling banyak masih di Kabupaten dan Kota Cirebon. Disusul Indramayu, Majalengka, dan Kuningan,” ungkapnya.
Meski demikian, kata Aldo sapaan akrabnya, ada yang unik. Walau secara temuan menurun, grafik upal Juni jelang Lebaran dan Juni 2017, menunjukkan peningkatan.
Hal ini menggambarkan bahwa tren temuan upal saat Ramadan dan Lebaran cenderung meningkat. Masih banyak oknum memanfaatkan kebutuhan uang masyarakat yang ditunggu. Kondisi ini juga butuh upaya dari berbagai pihak termasuk kepolisian.
“Kami juga senang bahwa dari jumlah data yang ada, jumlah temuan upal yang diperoleh dari klarifikasi masyarakat dan perbankan naik. Artinya kesadaran masyarakat sudah semakin baik,” tuturnya.
Di sisi lain penangkapan oleh kepolisian dalam kasus upah mengalami penurunan. Dibanding beberapa tahun lalu, untuk 2016 dan 2017 pengungkapan masih rendah.
Aldo juga menyebut sekilas tentang aliran uang keluar (outflow) yang mencapai Rp 904 miliar. Sementara aliran uang masuk (inflow) mencapai Rp 1,1triliun atau net inflow sebesar Rp 199 miliar.
Meski mengalami net inflow, namun untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan permintaan uang layak edar di bulan Ramadan, dari perbankan dan masyarakat, maka persediaan kas ditambah. Agar pagu kas minimum tidak tergerus, dan persediaan kas baik secara jumlah maupun komposisi pecahan dapat tersedia.
Tujuannya untuk memenuhi proyeksi kebutuhan perbankan dan masyarakat, khususnya pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. (tta/yuz/JPG)
Sumber: jawapos.comDemikianlah Artikel Temuan Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat
Anda sekarang membaca artikel Temuan Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/06/temuan-uang-palsu-jelang-lebaran.html
Post a Comment