Header Ads

4 Komik dan Buku Fiksi yang Asyik Dibaca versi Fachri Albar

4 Komik dan Buku Fiksi yang Asyik Dibaca versi Fachri Albar - Hallo sahabat Petuah Muda, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul 4 Komik dan Buku Fiksi yang Asyik Dibaca versi Fachri Albar, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : 4 Komik dan Buku Fiksi yang Asyik Dibaca versi Fachri Albar
link : 4 Komik dan Buku Fiksi yang Asyik Dibaca versi Fachri Albar

Baca juga


4 Komik dan Buku Fiksi yang Asyik Dibaca versi Fachri Albar

TABLOIDBINTANG.COM -  Fachri Albar pernah punya hobi berat baca komik dan buku fiksi. Segala macam komik dan cerita fiksi dia lahap.

Untuk Anda, Fachri Albar merekomendasikan komik dan buku fiksi favoritnya. Apa saja?

1.    Wiro Sableng (Bastian Tito)

Baca juga

Fachri penggemar Wiro Sableng sejak kelas 3 SD. Ia ingat betul, buku pertama yang dibaca justru jilid ketiga, Neraka Lembah Tengkorak.

“Baru kemudian membaca yang pertama yakni 4 Berewok dari Goa Sanggreng dan seri kedua, Maut Bernyanyi di Pajajaran. Karenanya saya sangat antusias ketika Wiro Sableng diangkat ke layar lebar oleh Sheila Timothy dan Vino G. Bastian. Saya optimistis dengan hasil akhirnya nanti,” ucap dia. 

2.    Across the Nightingale Floor: Tales of the Otori (Lian Hearn, 2003)

Ini fiksi tentang samurai karya Lian Hearn alias Gillian Rubinstein. Fachri menjelaskan ada penulis cerdas yang tulisannya terasa lebih cerdas sehingga berjarak dengan pembaca.

Ada pula penulis cerdas yang tulisannya dekat dengan pembaca. Lian tipe kedua. Gaya tuturnya simpel namun tetap memperlihatkan bahwa ia genius. Pembaca dipersilakan masuk ke dunia samurai yang diciptakannya lalu dibuat hanyut oleh alurnya.

“Buku ini jauh dari kesan berat. Saya membacanya pada 2006. Tidak banyak, lo penulis sepertinya,” Fachri terkesan.

3.    Raden Rangga (Jatmiko dan Sulendra)

Bagus. Luar biasa. Itulah kata yang digunakan Fachri untuk menggambarkan komik-komik karya Jatmiko-Sulendra. Duet komikus ini menyadarkan Fachri, penulis-penulis dari dalam negeri sangatlah keren.

Putra Ahmad Albar ini sering memburu komik karya Jatmiko-Sulendra di toko-toko buku kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

4.    Seri Petruk (Tatang S)

Tatang S. alias Tatang Suhenra dan Seri Petruk ibarat dua sisi mata uang.

“Saya suka kisah dedemit-dedemitnya. Diceritakan dengan ringan dan sangat Indonesia. Karya Tatang S. mampu mewakili perkembangan komik pada zamannya. Dekade 1980 dan 1990-an tidak mungkin melupakan karya-karya beliau,” ulas Fachri Albar.

Beberapa judul yang melekat di benak Fachri di antaranya Hantu Tukang Ojek, Hantu Janda Muda, atau Hantu Pohon Sawo. Kisah yang ringan dari almarhum Tatang selalu ditutup dengan petuah bijak pada halaman terakhir komik Petruk, Gareng, dan Bagong, para tokoh punakawan. Inilah ciri khas yang membuat Tatang memiliki penggemar loyal.

(wyn / gur)

Sumber: tabloidbintang.com


Demikianlah Artikel 4 Komik dan Buku Fiksi yang Asyik Dibaca versi Fachri Albar

Sekianlah artikel 4 Komik dan Buku Fiksi yang Asyik Dibaca versi Fachri Albar kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel 4 Komik dan Buku Fiksi yang Asyik Dibaca versi Fachri Albar dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/4-komik-dan-buku-fiksi-yang-asyik.html
Powered by Blogger.