Ahadin Syarifudin F.A., Local Guide yang Diundang ke Kantor Pusat Google
Judul : Ahadin Syarifudin F.A., Local Guide yang Diundang ke Kantor Pusat Google
link : Ahadin Syarifudin F.A., Local Guide yang Diundang ke Kantor Pusat Google
Ahadin Syarifudin F.A., Local Guide yang Diundang ke Kantor Pusat Google
HASTI EDI SUDRAJAT, Sidoarjo
JUMAT, 19 Mei, menjadi hari yang tak terlupakan bagi Fahmi. Warga Desa Panjunan, Sukodono, itu baru terbangun dari tidur begitu mendengar nada notifikasi e-mail pada smartphone-nya. Jari-jarinya meraih telepon genggam yang tak jauh dari tempatnya terbaring. Dia lantas membuka pesan elektronik yang masuk. Begitu membaca isinya, detak jantungnya berdegup lebih kencang.
Fahmi terperangah. Di dalam pesan tersebut tertera undangan dari Google. Fahmi berkesempatan berkunjung ke kantor pusat Google di California, AS. ’’Langsung teringat, beberapa tahun sebelumnya punya mimpi besar ke Amerika setelah nonton film Internship,’’ ujarnya di salah satu kafe Kamis malam (13/7).
Film Internship yang dirilis pada 2013 menampilkan duo aktor kocak, Vince Vaughn dan Owen Wilson, sebagai tokoh sentral. Mengisahkan perjalanan mereka yang tak memiliki latar belakang pekerjaan atau pendidikan teknologi informasi, tapi diterima sebagai karyawan magang di Google.
Gara-gara film itu, obsesi Fahmi untuk bertandang ke AS begitu besar. Dia rajin mengikuti berbagai event yang memberikan hadiah pergi ke AS. Namun, semuanya gagal. Pada November 2015, ada temannya yang menggunggah program Google Local Guide di media sosial.
’’Orangnya kerja di Google,’’ jelas sulung dari dua bersaudara tersebut. Penasaran dengan program itu, Fahmi tekun mencari informasi lewat internet. Pemuda kelahiran 20 Agustus 1992 tersebut akhirnya tertarik untuk ambil bagian. ’’Inovasi dari Google memberikan kesempatan (kepada banyak orang, Red) untuk berbagi informasi mengenai tempat baru,’’ paparnya.
Selain sejalan dengan hobi traveling yang dimilikinya, program itu menawarkan banyak hadiah dengan sistem poin. Fahmi mengatakan, jumlah poin yang makin banyak akan meningkatkan level local guide tersebut. ’’Mudah dan tidak ribet. Hanya perlu memiliki akun Google dan terus memberikan kontribusi dengan mengulas banyak tempat,’’ ujarnya.
Fahmi menuturkan, saat itu, belum banyak local guide yang tergabung. Jumlah tempat yang mendapat review di Google Maps masih minim. ’’Baru di-launching resmi di Indonesia Desember 2015,’’ ungkap pemuda yang pernah menaklukkan Gunung Everest tersebut.
Menurut dia, seiring dengan berjalannya waktu, jumlah local guide terus bertambah. Memasuki tahun 2017, jumlahnya kian berjibun. Local guide dari Kota Delta, misalnya, mencapai 479 orang. ’’Di Indonesia, komunitasnya baru ada di Bali. Nah, saya ingin membuat komunitas kedua (di Sidoarjo, Red),’’ jelasnya. Komunitas itu diresmikan pada 21 Januari lalu.
Fahmi menuturkan, ada keuntungan tersendiri ketika para local guide bergabung dengan komunitas. Sebab, Google bakal memberikan pelatihan melalui video call seputar cara menjadi local guide yang baik. Jadi, kesempatan untuk naik level lebih terarah. ’’Sebenarnya, bisa saja waktu itu membawa nama Surabaya. Tetapi, saya lebih memilih mengangkat lingkungan tempat saya tinggal,’’ tegasnya.
Kota Delta, lanjut dia, tidak kalah menarik dengan daerah lain. Banyak potensi wisata yang bisa dikenalkan ke penjuru dunia. ’’Ada kebanggaan tersendiri saat mengenalkan tempat tinggal kita kepada banyak orang,’’ tutur putra pasangan Rifai dan Subchiyah Adimara itu.
Berbekal kamera Sony A6000 dan Canon EOS 7D, Fahmi mengulas banyak tempat yang disinggahinya. Dia menjelaskan, dalam sehari, ada 3–4 lokasi yang bisa didatangi. Baik yang berkaitan dengan kuliner, wisata, pendidikan, maupun kesehatan. Hingga kemarin, dia sudah mengenalkan 3.240 tempat baru dari berbagai penjuru Indonesia di Google Maps dan mengunggah 20.465 foto. ’’Semua tempat bisa diulas. Inti program ini adalah mengenalkan destinasi lewat Google Maps,’’ ucapnya.
Fahmi mengaku mendapat lebih banyak teman sejak menjadi local guide. Bahkan, mereka tak segan memberikan tumpangan untuk istirahat. ’’Dukanya nyaris tidak ada. Paling ketika ditolak saat mau memotret tempat. Misalnya, di rumah sakit atau perkantoran dengan penjagaan ketat,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, setiap local guide mempunyai peluang untuk mendapat hadiah. Tergantung levelnya. Nah, di level kedelapan yang kini dimilikinya, Fahmi bisa mengikuti konferensi tingkat tinggi local guide setiap tahun. Syaratnya adalah mengikuti seleksi. ’’Mengirim video berdurasi satu menit tentang destinasi dan memaparkan motivasi untuk ikut konferensi,’’ katanya.
Fahmi merasa beruntung karena menjadi salah seorang local guide yang lolos audisi. Dia berhak atas kunjungan ke kantor pusat Google tanpa mengeluarkan akomodasi apa pun. ’’Acaranya 10–13 Oktober. Ada lima orang yang mewakili Indonesia. Dua dari Surabaya, dua lagi dari Blitar dan Malang,’’ tandasnya.
(*/c18/pri)
Demikianlah Artikel Ahadin Syarifudin F.A., Local Guide yang Diundang ke Kantor Pusat Google
Anda sekarang membaca artikel Ahadin Syarifudin F.A., Local Guide yang Diundang ke Kantor Pusat Google dengan alamat link https://petuahmuda.blogspot.com/2017/07/ahadin-syarifudin-fa-local-guide-yang.html
Post a Comment